Selamat Datang dan Selamat Membaca

You Raise Me Up (bagian 12)

Kejadian di rumah Mika sangatlah berbekas. Setiap kali mereka berkumpul. Mereka selalu meledek Mika dan Erik. Sampai akhirnya hubungan Mika dan Erik pun sedikit renggang. Namun, itu hanya sementara. Mereka pun dekat lagi, apalagi Mika dan Erik sudah dekat.
“Rik, maaf ya atas sikap teman-teman” isi sms Mika yang ditujukkan pada Erik
Erik pun langsung membalasnya. Ternyata dia tidak terlalu memikirkan hal itu yang penting hubungan dia dan Mika masih kaya dulu.
Keesokkan harinya, Erik meminta Mika untuk mengantarnya ke perpustakaan. Mika belum mengetahui bahwa ternyata skripsi Erik ada masalah. Di perpus, Erik bercerita. Erik sempat putus asa tentang skripsinya yang banyak coretan oleh dosen pembimbingnya tanpa dia dikasih solusi, semua bahan dan file nya akan Erik buang, dia tidak mau lagi melanjutkan skripsinya. Namun, Mika berusaha meyakinkan Erik dan meminta Erik untuk tidak pernah menyerah. Apalagi dulu ketika Mika down, Erik lah yang memberikan semangat, Erik lah yang membuat Mika terasa hidup kembali. Jadi, Mika tidak mau melihat Erik malah terpuruk seperti dia dulu. Akhirnya Mika pun berjanji bahwa dia akan membantu Erik sampai beres dan rencana mereka wisuda bareng harus terlaksana.
Mika dan Erik pun sering terlihat bersama untuk mengerjakan skripsi bareng. Gara-gara itu lah teman-teman menyangka bahwa Mika dan Erik menjalin hubungan. 
***
Hp Mika berdering, ternyata Zahra menelpon. Zahra mengajak Mika membeli keperluan kosannya yang sudah habis. Akhirnya mereka pun bersepakat pergi ke sebuah tempat berbelanja yang letaknya lumayan jauh. Mereka pun pergi dengan menumpangi damri.
Di sana, mereka membeli beberapa barang dan keperluan lainnya. Setelah selesai mereka pun langsung menunggu damri lagi. Beberapa menit kemudian, damri pun datang, mereka langsung menumpanginya.
“Ka, lw laper nggak?” Tanya Zahra
“iya sih, aku laper banget”
“ya udah kita berhenti depan kampus aja yuk, kita makan di tempat biasa” ajak Zahra
“ok deh, eh Za ajak Erik yuk”
“cie,, ya udah lw hubungi dia sana, tapi emang dia udah balik gitu kaerjanya?”
“hmmzz,, seharusnya udah sih, jadi mudah-mudahan aja udah,,hhe”
“haha,, cie, ya udah lw hubungi sekarang dia nya”
Mika langsung menghubungi Erik. Dan Erik pun meng-iya-kan. Akhirnya mereka pun janjian bertemu di tempat makan.
“gimana dia mau kan?” Tanya Zahra
Sambil tersenyum Mika menganggukan kepalanya. Zahra pun menggodanya.
Sesampainya di tempat makan, ternyata Erik belum datang. Mereka pun menunggu Erik sambil memesan makanan. Beberapa menit kemudian, Erik datang dan pas banget makanan yang mereka pesan pun datang. Mereka langsung melahapnya sambil bercakap-cakap.
Setelah selesai makan, mereka masih melanjutkan cerita nya. Tiba-tiba Erik memberi tahu bahwa ada yang perlu dia omongkan dengan serius.
“Za gw pengen cerita sama kalian berdua, sama kamu juga ka” ujar Erik
Mika dan Zahra saling pandang
“emang lw mau cerita apa? Serius amat” Tanya Zahra penasaran
 “gw cerita hanya ke kalian aja dan baru kali ini gw mau cerita serius, jarang kan gw cerita serius? Tapi Mika takut cemburu”
Mika pun kaget dan langsung mengerutkan keningnya. Dalam hati Mika bertanya-tanya, ada apa? Dan apa hubungannya dengan dia?
“ah lw maa emang nggak pernah serius dan Mika cemburu, maksudnya” celetuk Zahra
Erik pun mulai bercerita. Beberapa hari lalu ada teman Erik yang memberi tahu bahwa ternyata selama ini, ada seorang cewe yang sudah menunggu Erik selama empat tahun. Namun, Erik tidak mengetahuinya karena hubungan Erik dan cewe itu sudah lama dan sedikitpun nggak ada kabar tentang cewe itu. 
Setelah mendengar cerita Erik, Mika dan Zahra saling memandang. Spontan Mika pun berkata bahwa dia tidak cemburu dan dia pun sudah tidak menyukai Erik.
“tu kan ah lw maa ke PD an Rik, pake bilang Mika cemburu, lagian gw tau kok kalo Mika udah nggak suka lagi ma lw, iya kan ka?”
“iya ikh dasar,”
“hehe,, oya ka katanya kamu udah punya cowo ya?gimana hubungan kalian” Tanya Erik
“cowo? Kata siapa, aku belum ada hati sama dia” ujar Mika polos
“kenapa gitu?”
“ya gimana hati aja” jawab Mika sedikit ketus
Erik hanya senyum-senyum. Dalam hati Mika menggerutu kalau apa yang dia bilang tadi bahwa dia sudah tidak menyukai Erik adalah bohong. Mika sengaja berbohong karena dia nggak mau persahabatannya dengan Erik putus.
Namun, Mika merasa cemburu dengan cewe yang sudah menunggu Erik. Tapi, Mika yakin bahwa cewe itu adalah cewe yang tulus menyayangi Erik. Dia mau menunggu Erik selama itu.
Waktu menunjukkan pukul setengah 7, Erik mengajak Mika dan Zahra ke kosannya karena mereka belum melaksanakan salat magrib dan cerita Erik pun belum selesai.
Mereka pun langsung menuju kosan Erik. Setelah salat magrib, Erik melanjutkan ceritanya. Sebenarnya Mika tidak mau lagi mendengar cerita Erik, namun dia pun tidak mau membuat Erik curiga. Tapi ketika Erik sedang melanjutkan ceritanya, Mika pun asik smsn dengan Tina. Dilihatnya Zahra yang dari tadi asik mendengarkan cerita Erik. Namun, sesekali Zahra memperhatikan Mika seakan dia tahu bahwa Mika sengaja tidak mau mendengarkan cerita Erik.
Malam pun semakin larut. Mika dan Zahra pamit pulang. Karena khawatir, Erik pun mengantarkan mereka. Erik mengantar Mika, sementara Zahra diantar oleh teman kosan Erik.
Di perjalanan, hati Mika semakin nggak karuan. Dia masih memikirkan cerita Erik. Dia pun sedikit melamun.
“ka, menurut kamu gimana?” Tanya Erik
“eh apa?” jawab Mika sedikit kaget
“iya, menurut kamu aku harus gimana?”
Spontan Mika pun menjawab bahwa jika Erik menyukai cewe itu, Erik harus tetap berusaha mendapatkannya walaupun orang tua cewenya belum setuju. Erik harus bisa membuktikan kepada mereka bahwa dia bisa dan mampu. Mika pun menyuruh Erik untuk memohon kepada Sang Pencipta yang lebih berhak atas semuanya.  
Setelah mendengar jawaban Mika. Erik pun menganggukan kepala tanda mengerti apa yang Mika katakan. Sementara dalam hati Mika, dia merasa sedih karena dia akan kehilangan Erik, dan apa yang telah dia ucapkan awalnya berat untuk mengucapkannya namun dia yakin bahwa Erik bisa bahagia dengan cewe pilihannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar