Kejadian
di rumah Mika sangatlah berbekas. Setiap kali mereka berkumpul. Mereka selalu
meledek Mika dan Erik. Sampai akhirnya hubungan Mika dan Erik pun sedikit
renggang. Namun, itu hanya sementara. Mereka pun dekat lagi, apalagi Mika dan
Erik sudah dekat.
“Rik, maaf ya atas sikap
teman-teman” isi sms Mika yang ditujukkan pada Erik
Erik pun
langsung membalasnya. Ternyata dia tidak terlalu memikirkan hal itu yang
penting hubungan dia dan Mika masih kaya dulu.
Keesokkan
harinya, Erik meminta Mika untuk mengantarnya ke perpustakaan. Mika belum mengetahui
bahwa ternyata skripsi Erik ada masalah. Di perpus, Erik bercerita. Erik sempat
putus asa tentang skripsinya yang banyak coretan oleh dosen pembimbingnya tanpa
dia dikasih solusi, semua bahan dan file nya akan Erik buang, dia tidak mau
lagi melanjutkan skripsinya. Namun, Mika berusaha meyakinkan Erik dan meminta
Erik untuk tidak pernah menyerah. Apalagi dulu ketika Mika down, Erik lah yang
memberikan semangat, Erik lah yang membuat Mika terasa hidup kembali. Jadi,
Mika tidak mau melihat Erik malah terpuruk seperti dia dulu. Akhirnya Mika pun
berjanji bahwa dia akan membantu Erik sampai beres dan rencana mereka wisuda
bareng harus terlaksana.
Mika dan
Erik pun sering terlihat bersama untuk mengerjakan skripsi bareng. Gara-gara
itu lah teman-teman menyangka bahwa Mika dan Erik menjalin hubungan.
***
Hp Mika
berdering, ternyata Zahra menelpon. Zahra mengajak Mika membeli keperluan
kosannya yang sudah habis. Akhirnya mereka pun bersepakat pergi ke sebuah tempat
berbelanja yang letaknya lumayan jauh. Mereka pun pergi dengan menumpangi
damri.
Di sana,
mereka membeli beberapa barang dan keperluan lainnya. Setelah selesai mereka
pun langsung menunggu damri lagi. Beberapa menit kemudian, damri pun datang,
mereka langsung menumpanginya.
“Ka, lw laper nggak?”
Tanya Zahra
“iya sih, aku laper
banget”
“ya udah kita berhenti
depan kampus aja yuk, kita makan di tempat biasa” ajak Zahra
“ok deh, eh Za ajak Erik
yuk”
“cie,, ya udah lw hubungi
dia sana, tapi emang dia udah balik gitu kaerjanya?”
“hmmzz,, seharusnya udah
sih, jadi mudah-mudahan aja udah,,hhe”
“haha,, cie, ya udah lw
hubungi sekarang dia nya”
Mika
langsung menghubungi Erik. Dan Erik pun meng-iya-kan. Akhirnya mereka pun
janjian bertemu di tempat makan.
“gimana dia mau kan?”
Tanya Zahra
Sambil tersenyum Mika
menganggukan kepalanya. Zahra pun menggodanya.
Sesampainya
di tempat makan, ternyata Erik belum datang. Mereka pun menunggu Erik sambil
memesan makanan. Beberapa menit kemudian, Erik datang dan pas banget makanan
yang mereka pesan pun datang. Mereka langsung melahapnya sambil bercakap-cakap.
Setelah
selesai makan, mereka masih melanjutkan cerita nya. Tiba-tiba Erik memberi tahu
bahwa ada yang perlu dia omongkan dengan serius.
“Za gw pengen cerita sama
kalian berdua, sama kamu juga ka” ujar Erik
Mika dan Zahra saling
pandang
“emang lw mau cerita apa?
Serius amat” Tanya Zahra penasaran
“gw cerita hanya ke kalian aja dan baru kali
ini gw mau cerita serius, jarang kan gw cerita serius? Tapi Mika takut cemburu”
Mika pun kaget dan
langsung mengerutkan keningnya. Dalam hati Mika bertanya-tanya, ada apa? Dan
apa hubungannya dengan dia?
“ah lw maa emang nggak
pernah serius dan Mika cemburu, maksudnya” celetuk Zahra
Erik pun
mulai bercerita. Beberapa hari lalu ada teman Erik yang memberi tahu bahwa
ternyata selama ini, ada seorang cewe yang sudah menunggu Erik selama empat
tahun. Namun, Erik tidak mengetahuinya karena hubungan Erik dan cewe itu sudah
lama dan sedikitpun nggak ada kabar tentang cewe itu.
Setelah
mendengar cerita Erik, Mika dan Zahra saling memandang. Spontan Mika pun
berkata bahwa dia tidak cemburu dan dia pun sudah tidak menyukai Erik.
“tu kan ah lw maa ke PD an
Rik, pake bilang Mika cemburu, lagian gw tau kok kalo Mika udah nggak suka lagi
ma lw, iya kan ka?”
“iya ikh dasar,”
“hehe,, oya ka katanya
kamu udah punya cowo ya?gimana hubungan kalian” Tanya Erik
“cowo? Kata siapa, aku
belum ada hati sama dia” ujar Mika polos
“kenapa gitu?”
“ya gimana hati aja” jawab
Mika sedikit ketus
Erik hanya
senyum-senyum. Dalam hati Mika menggerutu kalau apa yang dia bilang tadi bahwa
dia sudah tidak menyukai Erik adalah bohong. Mika sengaja berbohong karena dia
nggak mau persahabatannya dengan Erik putus.
Namun,
Mika merasa cemburu dengan cewe yang sudah menunggu Erik. Tapi, Mika yakin
bahwa cewe itu adalah cewe yang tulus menyayangi Erik. Dia mau menunggu Erik
selama itu.
Waktu
menunjukkan pukul setengah 7, Erik mengajak Mika dan Zahra ke kosannya karena
mereka belum melaksanakan salat magrib dan cerita Erik pun belum selesai.
Mereka
pun langsung menuju kosan Erik. Setelah salat magrib, Erik melanjutkan
ceritanya. Sebenarnya Mika tidak mau lagi mendengar cerita Erik, namun dia pun
tidak mau membuat Erik curiga. Tapi ketika Erik sedang melanjutkan ceritanya,
Mika pun asik smsn dengan Tina. Dilihatnya Zahra yang dari tadi asik
mendengarkan cerita Erik. Namun, sesekali Zahra memperhatikan Mika seakan dia
tahu bahwa Mika sengaja tidak mau mendengarkan cerita Erik.
Malam pun
semakin larut. Mika dan Zahra pamit pulang. Karena khawatir, Erik pun
mengantarkan mereka. Erik mengantar Mika, sementara Zahra diantar oleh teman
kosan Erik.
Di
perjalanan, hati Mika semakin nggak karuan. Dia masih memikirkan cerita Erik.
Dia pun sedikit melamun.
“ka, menurut kamu gimana?”
Tanya Erik
“eh apa?” jawab Mika
sedikit kaget
“iya, menurut kamu aku
harus gimana?”
Spontan
Mika pun menjawab bahwa jika Erik menyukai cewe itu, Erik harus tetap berusaha
mendapatkannya walaupun orang tua cewenya belum setuju. Erik harus bisa
membuktikan kepada mereka bahwa dia bisa dan mampu. Mika pun menyuruh Erik
untuk memohon kepada Sang Pencipta yang lebih berhak atas semuanya.
Setelah
mendengar jawaban Mika. Erik pun menganggukan kepala tanda mengerti apa yang
Mika katakan. Sementara dalam hati Mika, dia merasa sedih karena dia akan
kehilangan Erik, dan apa yang telah dia ucapkan awalnya berat untuk
mengucapkannya namun dia yakin bahwa Erik bisa bahagia dengan cewe pilihannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar