Selamat Datang dan Selamat Membaca

You Raise Me Up (bagian 11)

Kehidupan Mika sekarang jauh lebih baik. Mika lebih menghabiskan waktunya bersama Erik dan teman-teman lainnya. Namun, dia pun tak jarang berkumpul dengan Wiwit dan Tina. Hanya saja sekarang ini Wiwit sedang sibuk menyiapkan skripsinya untuk sidang lebih awal. Sementara Tina sibuk mengurus anak-anak didiknya karena dia telah mengajar di dekat rumahnya.
Sampai akhirnya Wiwit lebih dulu di wisuda dan beberapa bulan kemudian Tina pun menyusul. Setelah wisuda Wiwit dan Tina benar-benar sibuk. Mereka pun jarang berkumpul lagi. Apalagi dua bulan setelah wisuda, Wiwit melangsungkan pernikahannya. Sehingga semakin sulit untuk berkumpul. Namun, mereka masih sering mengirim pesan sms dan saling memberi kabar.
 “Mika lagi apa?” Tanya Erik mengirimkan pesan lewat ponselnya
“biasa ni lagi curat-coret aja” jawab Mika singkat
“maen donk ke kosan di sini ada teman-teman yang lain”
“o gitu, ya udah insya allah aku ke sana” jawab Mika
“ok deh, di tunggu nya”
Beberapa menit kemudian, Mika sampai di kosan Erik. Erik dan lainnya sedang asik bermain gitar dan bernyanyi. Akhirnya Mika pun ikut bernyanyi. Suasana kosan begitu rame. Mereka pun berencana untuk main ke rumah Mika. Dan semuanya bersepakat.
Hujan pun turun. Terpaksa Mika dan teman-temannya belum bisa pulang. Sambil menunggu hujan reda, Mika membantu Erik mengerjakan skripsinya. Dikdik pun ikut nimbrung tapi dia hanya mencari bahan-bahan yang dia perlukan untuk skripsinya. Karena kebetulan Erik memiliki banyak buku dan biasanya teman-teman selalu meminjam kepadanya. Sementara yang lainnya masih asik bermain gitar.
“aduh laper” ujar Mika
“Rik, Mika laper tuh” kata Dikdik
Mika pun menjadi malu atas ulah Dikdik. Erik akhirnya mengajak Mika dan Dikdik makan karena hujan telah sedikit reda. Sementara teman-teman yang lainnya pamit pulang. Setelah selesai makan, Mika dan Dikdik pun pamit pulang.
***
Pagi-pagi, Mika sudah membersihkan rumahnya dan menunggu kedatangan teman-temannya. Tak lama kemudian, teman-teman Mika tiba di rumahnya dengan pokaiannya sedikit basah karena hari itu hujan turun.
Mika pun mempersilahkan teman-temannya masuk. Karena acaranya mau bakar-bakar ayam. Erik pun mengusulkan untuk bakar-bakar di depan teras yang saat itu keadaan teras basah dan kotor karena air hujan.
 Melihat keadaan seperti itu, tanpa dipinta Erik pun bergegas membersihkannya. Mika begitu terkejut melihat sikap Erik. Erik benar-benar selalu membuat Mika kagum. Sementara teman-teman yang lainnya asik berfoto dan bernyanyi-nyanyi. Sampai akhirnya Erik dan Mika lah yang sibuk membakar ayam-ayam. Sesekali teman-teman menggoda Erik dengan sebutan “chef Erik” dan mereka pun memotonya.
Setelah selesai semua, mereka pun mulai melahap makanannya. Mereka tiada henti bercanda-canda.
“wah mantaaaapp ni buatan chef Erik” ledek Juli
“iya donk” ujar Erik bangga
Teman-teman yang lain termasuk Mika hanya tertawa dan sesekali meledek Erik.
Setelah selesai makan, mereka pun bermain permainan yang mengakibatkan rahasia terpendam Mika itu terbongkar. Akhirnya Erik dan teman-temannya mengetahui tentang perasaan Mika pada Erik.

Teman-temannya pun mulai menggoda dan meledek keduanya. Hati Mika merasa nggak karuan. Begitupun dengan Erik yang menjadi salting. Mika hanya bisa tersenyum malu. Sampai pulang pun mereka masih menggoda dan meledek mereka.  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar