Kehidupan
Mika sekarang jauh lebih baik. Mika lebih menghabiskan waktunya bersama Erik
dan teman-teman lainnya. Namun, dia pun tak jarang berkumpul dengan Wiwit dan
Tina. Hanya saja sekarang ini Wiwit sedang sibuk menyiapkan skripsinya untuk
sidang lebih awal. Sementara Tina sibuk mengurus anak-anak didiknya karena dia
telah mengajar di dekat rumahnya.
Sampai
akhirnya Wiwit lebih dulu di wisuda dan beberapa bulan kemudian Tina pun menyusul.
Setelah wisuda Wiwit dan Tina benar-benar sibuk. Mereka pun jarang berkumpul
lagi. Apalagi dua bulan setelah wisuda, Wiwit melangsungkan pernikahannya.
Sehingga semakin sulit untuk berkumpul. Namun, mereka masih sering mengirim
pesan sms dan saling memberi kabar.
“Mika lagi apa?” Tanya Erik mengirimkan pesan
lewat ponselnya
“biasa ni lagi curat-coret
aja” jawab Mika singkat
“maen donk ke kosan di sini
ada teman-teman yang lain”
“o gitu, ya udah insya allah
aku ke sana” jawab Mika
“ok deh, di tunggu nya”
Beberapa
menit kemudian, Mika sampai di kosan Erik. Erik dan lainnya sedang asik bermain
gitar dan bernyanyi. Akhirnya Mika pun ikut bernyanyi. Suasana kosan begitu
rame. Mereka pun berencana untuk main ke rumah Mika. Dan semuanya bersepakat.
Hujan pun
turun. Terpaksa Mika dan teman-temannya belum bisa pulang. Sambil menunggu
hujan reda, Mika membantu Erik mengerjakan skripsinya. Dikdik pun ikut nimbrung
tapi dia hanya mencari bahan-bahan yang dia perlukan untuk skripsinya. Karena
kebetulan Erik memiliki banyak buku dan biasanya teman-teman selalu meminjam kepadanya.
Sementara yang lainnya masih asik bermain gitar.
“aduh laper” ujar Mika
“Rik, Mika laper tuh” kata
Dikdik
Mika pun
menjadi malu atas ulah Dikdik. Erik akhirnya mengajak Mika dan Dikdik makan
karena hujan telah sedikit reda. Sementara teman-teman yang lainnya pamit
pulang. Setelah selesai makan, Mika dan Dikdik pun pamit pulang.
***
Pagi-pagi,
Mika sudah membersihkan rumahnya dan menunggu kedatangan teman-temannya. Tak
lama kemudian, teman-teman Mika tiba di rumahnya dengan pokaiannya sedikit
basah karena hari itu hujan turun.
Mika pun
mempersilahkan teman-temannya masuk. Karena acaranya mau bakar-bakar ayam. Erik
pun mengusulkan untuk bakar-bakar di depan teras yang saat itu keadaan teras basah
dan kotor karena air hujan.
Melihat keadaan seperti itu, tanpa dipinta Erik
pun bergegas membersihkannya. Mika begitu terkejut melihat sikap Erik. Erik
benar-benar selalu membuat Mika kagum. Sementara teman-teman yang lainnya asik
berfoto dan bernyanyi-nyanyi. Sampai akhirnya Erik dan Mika lah yang sibuk
membakar ayam-ayam. Sesekali teman-teman menggoda Erik dengan sebutan “chef
Erik” dan mereka pun memotonya.
Setelah
selesai semua, mereka pun mulai melahap makanannya. Mereka tiada henti
bercanda-canda.
“wah mantaaaapp ni buatan chef
Erik” ledek Juli
“iya donk” ujar Erik bangga
Teman-teman
yang lain termasuk Mika hanya tertawa dan sesekali meledek Erik.
Setelah
selesai makan, mereka pun bermain permainan yang mengakibatkan rahasia
terpendam Mika itu terbongkar. Akhirnya Erik dan teman-temannya mengetahui tentang
perasaan Mika pada Erik.
Teman-temannya
pun mulai menggoda dan meledek keduanya. Hati Mika merasa nggak karuan.
Begitupun dengan Erik yang menjadi salting. Mika hanya bisa tersenyum malu.
Sampai pulang pun mereka masih menggoda dan meledek mereka.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar