Selamat Datang dan Selamat Membaca

You Raise Me Up (bagian 6)

Semester genap pun tiba. Saatnya pemilihan Kosma lagi, padahal mereka pengennya tetap Dikdik dan Erik yang menjadi kosma. Begitupun dengan Mika, dia salah satu orang yang memilih Erik menjadi Kosma, walaupun akhirnya Erik hanya menjadi wakil kosma.
Kandidat kali ini adalah Erik, Agil, Ardi, dan Wiwit. Awalnya Erik menolak menjadi kandidat lagi, namun teman-teman memaksanya. Akhirnya dia pun bersedia dan ternyata Erik terpilih kembali, namun sekarang dia menjadi kosma.
 “Wah kalian ini benar-benar ya” ujar Erik
“Haha.. nggak apa-apa donk Erik” celetuk Zahra
Teman-teman yang lain bertepuk tangan dan memberi selamat pada Erik.
“Mika, boleh minta tolong nggak?” Tanya Erik
“Eh. Iya kenapa Rik?” jawab Mika sedikit deg-degan,
“Gimana kalo absen dosen kamu yang megang?”
Mika kaget. Padahal itu tugasnya sekretaris. Tapi saat itu sekretarisnya belum terpilih. Mika pun nggak percaya kalo Erik langsung memintanya. Kenapa bukan Wiwit aja, toh mereka kan dekat banget? Guman Mika dalam hati.
“Woy, gimana nggak apa-apa kan?”
“Eh.. hehe maaf. Iya nggak apa-apa kok” jawab Mika sedikit kaget
“Okeh deh, thanks yaa sebelumnya” ujar Erik sambil memberikan absen dosen
Erik pun langsung pergi. Mika masih terbengong depan pintu.  
“Eh Ka, jadi ketemu Tara sekarang?” Tanya Tina tiba-tiba datang
“Iya jadi,,hhe” jawab Mika
“Ya… kamu nggak ikut ke kosan Wiwit donk?”
Mika menganggukan kepalanya. Mereka pun masuk ke dalam kelas.
***
Mika teringat akan Tara. Hari ini harusnya mereka bertemu, namun lagi-lagi Tara membatalkannya. Dia pun mencoba menelpon Tara. Beberapa kali telpon Mika nggak diangkat. Hati Mika pun menjadi resah, tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa. Terakhir mereka bertemu ketika Tara mengajak makan bakso beberapa bulan yang lalu dengan sikap Tara yang manis, sehingga Mika pun berpikiran bahwa Tara sudah kembali kaya dulu lagi.
Mika terus mencoba menghubunginya. Sampai akhirnya, Tara mengangkat telpon Mika. Hati Mika pun senang. Namun, kesenangan itu hanya sementara karena tiba-tiba Tara langsung mengatakan bahwa mereka sudah putus. Hati Mika benar-benar kaget dan nggak percaya. Mika pun langsung menanyakan alasannya dan menyangka bahwa selama ini kabar tentang perselingkuhan Tara memang benar. Awalnya Tara masih mengelak. Tapi akhirnya dia pun mengakuinya. Hati Mika seperti mau pecah. Jantungnya seakan berhenti berdetak. Dia pun menutup telponnya.
Kenapa ini bisa terjadi? Kenapa dia yang selama ini aku pertahankan malah? Mika mencoba tegar, namun air matanya nggak bisa ditahan. Kekecewaan terhadap Tara sangat besar, apalagi selama ini dia tidak mendengarkan apa yang orang katakan.
Hp Mika berdering ternyata Nisa mengirimnya pesan. Nisa memberitahu tentang perselingkuhan Tara. Ternyata selama ini, diam-diam Nisa mencari tau tentang Tara. Pesan dari Nisa pun Mika abaikan karena dia merasa tidak sanggup menerima kenyataan ini.
Beberapa menit kemudian, Nisa pun menelponnya. Dia meminta maaf karena harus mengatakan semua itu. Mika pun langsung menceritakan putusnya dengan Tara. Nisa merasa lega karena akhirnya Mika dan Tara putus. Namun, dia juga merasa kasihan dan khawatir pada Mika.

Malam semakin larut, tapi Mika masih terus menangis. Semua kenangan foto-foto bersama Tara dipandangnya. Malam ini malam yang sangat buruk untuknya. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar