Semester
genap pun tiba. Saatnya pemilihan Kosma lagi, padahal mereka pengennya tetap
Dikdik dan Erik yang menjadi kosma. Begitupun dengan Mika, dia salah satu orang
yang memilih Erik menjadi Kosma, walaupun akhirnya Erik hanya menjadi wakil
kosma.
Kandidat
kali ini adalah Erik, Agil, Ardi, dan Wiwit. Awalnya Erik menolak menjadi
kandidat lagi, namun teman-teman memaksanya. Akhirnya dia pun bersedia dan
ternyata Erik terpilih kembali, namun sekarang dia menjadi kosma.
“Wah kalian ini benar-benar ya” ujar Erik
“Haha..
nggak apa-apa donk Erik” celetuk Zahra
Teman-teman
yang lain bertepuk tangan dan memberi selamat pada Erik.
“Mika,
boleh minta tolong nggak?” Tanya Erik
“Eh. Iya
kenapa Rik?” jawab Mika sedikit deg-degan,
“Gimana
kalo absen dosen kamu yang megang?”
Mika
kaget. Padahal itu tugasnya sekretaris. Tapi saat itu sekretarisnya belum
terpilih. Mika pun nggak percaya kalo Erik langsung memintanya. Kenapa bukan Wiwit
aja, toh mereka kan dekat banget? Guman Mika dalam hati.
“Woy,
gimana nggak apa-apa kan?”
“Eh..
hehe maaf. Iya nggak apa-apa kok” jawab Mika sedikit kaget
“Okeh
deh, thanks yaa sebelumnya” ujar Erik sambil memberikan absen dosen
Erik pun
langsung pergi. Mika masih terbengong depan pintu.
“Eh Ka, jadi
ketemu Tara sekarang?” Tanya Tina tiba-tiba datang
“Iya
jadi,,hhe” jawab Mika
“Ya… kamu
nggak ikut ke kosan Wiwit donk?”
Mika
menganggukan kepalanya. Mereka pun masuk ke dalam kelas.
***
Mika
teringat akan Tara. Hari ini harusnya mereka bertemu, namun lagi-lagi Tara
membatalkannya. Dia pun mencoba menelpon Tara. Beberapa kali telpon Mika nggak
diangkat. Hati Mika pun menjadi resah, tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa.
Terakhir mereka bertemu ketika Tara mengajak makan bakso beberapa bulan yang
lalu dengan sikap Tara yang manis, sehingga Mika pun berpikiran bahwa Tara
sudah kembali kaya dulu lagi.
Mika
terus mencoba menghubunginya. Sampai akhirnya, Tara mengangkat telpon Mika.
Hati Mika pun senang. Namun, kesenangan itu hanya sementara karena tiba-tiba
Tara langsung mengatakan bahwa mereka sudah putus. Hati Mika benar-benar kaget
dan nggak percaya. Mika pun langsung menanyakan alasannya dan menyangka bahwa
selama ini kabar tentang perselingkuhan Tara memang benar. Awalnya Tara masih
mengelak. Tapi akhirnya dia pun mengakuinya. Hati Mika seperti mau pecah.
Jantungnya seakan berhenti berdetak. Dia pun menutup telponnya.
Kenapa ini bisa terjadi? Kenapa dia
yang selama ini aku pertahankan malah? Mika mencoba tegar, namun air matanya
nggak bisa ditahan. Kekecewaan terhadap Tara sangat besar, apalagi selama ini
dia tidak mendengarkan apa yang orang katakan.
Hp Mika berdering ternyata Nisa
mengirimnya pesan. Nisa memberitahu tentang perselingkuhan Tara. Ternyata
selama ini, diam-diam Nisa mencari tau tentang Tara. Pesan dari Nisa pun Mika
abaikan karena dia merasa tidak sanggup menerima kenyataan ini.
Beberapa menit kemudian, Nisa pun
menelponnya. Dia meminta maaf karena harus mengatakan semua itu. Mika pun
langsung menceritakan putusnya dengan Tara. Nisa merasa lega karena akhirnya
Mika dan Tara putus. Namun, dia juga merasa kasihan dan khawatir pada Mika.
Malam semakin larut, tapi Mika masih terus menangis.
Semua kenangan foto-foto bersama Tara dipandangnya. Malam ini malam yang sangat
buruk untuknya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar