Dosen
menerangkan matakuliahnya. Beberapa menit kemudian dibuka sesi tanya jawab.
Suasana kelas pun menjadi rame.
“Wah kalo
tiap hari kelas kaya gini kayanya asik ya?” Tanya Tina
“Iya sih,
hhe” jawab Mika sambil melihat ke arah Erik yang dari tadi melontarkan
pendapatnya.
“Eh Mika,
kamu tambahin donk, biar rame,hhe” tambah Tina
“Mmm,, nggak
ah, he” ujar Mika sambil memainkan penanya karena dia belum merasa PD
Sejam sudah
berlalu. Matakuliah pun selesai. Jadi tinggal satu matakuliah lagi.
Mika bergegas
menuju luar kelas. Dia pun duduk tepat di depan kelas. Tiba-tiba Wiwit datang
menyapanya.
“Mika…” sapa Wiwit
“Hei Wit”.
Wiwit pun
duduk di samping Mika.
“Ko sendiri
aja, lagi ngapain?” Tanya Wiwit
“Mm, biasa
lagi nyari angin,,hhe, eh Wit masuk lagi jam berapa sih?”
“Kalo nggak
salah sih masih tiga jam-an lagi”
“o…masih lama
toh?”
“O iya kamu
lihat Rika dan Zahra nggak?”
“Kalo nggak
salah sih tadi mereka mau ke depan kampus dulu, katanya ada perlu gitu”
“O gitu. O.. iya
dulu sebenarnya kamu itu sekolah dimana sih, kayanya bahasa Arab kamu lancar?”
“Masa sih?
padahal sebenarnya aku udah lupa sama bahasa Arab, habisnya lama nggak dipake
sih, hhe”
Mika dan Wiwit
pun menceritakan masa-masa dulu di SMA, ternyata cerita mereka hampir sama. Mereka
memiliki kesamaan, sampai-sampai cowo yang mereka idamkan pun tipe nya hampir
sama. Untungnya Mika bisa melupakan tentang hubungan Wiwit dan Erik, jadi ketika
mereka bercerita, sikap Mika merasa enjoy apalagi Mika merasa Wiwit begitu
baik.
“Eh kalian,
lagi pada ngapain berdua aja” Tanya Tina yang tiba-tiba nongol
“Tina kirain
kamu ikut yang lain?” Tanya Mika
“Mmm,
pengennya sih begitu tapi ogah ah males, lagian panas banget”
Tina pun ikut
bergabung dengan Mika dan Wiwit. Mereka bercanda-canda. Semenjak itulah mereka
bersahabat.
***
“Na, aku
pulang duluan ya” pamit Mika
“Eh kamu
nggak ikut anak-anak jajan dulu?”
“Nggak deh
aku mau ke rumah Nisa”
“O, gitu ya,
ok deh hati-hati ya”
“Sip”
Mika pun
meninggalkan Tina.
Di perjalanan
menuju rumah Nisa. Tiba-tiba Tara menghubunginya. Dia mengajak Mika makan bakso
bareng. Hati Mika pun merasa senang karena sudah lama sekali mereka tidak makan
bakso bareng. Padahal dari SMA hampir setiap minggu mereka tidak pernah absen
jajan bakso.
Akhirnya Mika
pun mengiyakan dan langsung menghubungi Nisa untuk meminta maaf atas
keterlambatannya datang ke rumahnya. Nisa pun memakluminya dan ikut senang
mendengar kabar dari Mika tentang Tara.
Sesampainya
di tempat bakso langganannya. Nampak Tara sedang duduk sambil memainkan Hpnya.
Mika langsung menghampirinya.
“Udah lama ya
kak?”
“Nggak kok,
baru aja kakak juga tiba”
Mika pun
tersenyum dan duduk di depan Tara
“Gimana
kuliahnya?” Tanya Tara
Hati Mika
merasa senang karena tiba-tiba Tara menanyakan sesuatu yang selama ini Mika
harapkan.
“Alhamdulillah
baik kak”
“O.. syukur
kalo gitu, oya mau pesen bakso apa?”
“Aku yang
biasa aja deh kak”
Tara pun
mengangguk sambil tersenyum dan langsung menghampiri mas bakso yang dari tadi
sedang melayani pembeli yang lain.
Alhamdulillah,
akhirnya. Udah lama banget aku nggak liat senyum dia. Guman Mika dalam hati.
Dia pun senyum-senyum sendiri. Tanpa Mika sadari ternyata Tara dari tadi
memperhatikannya.
“Kenapa dek
ko senyum-senyum sendiri?” Tanya Tara sambil duduk di tempatnya
“Eh, nggak
apa-apa kok kak” jawab Mika sambil minum air yang dia bawa
“O.. oya
gimana kabar Nisa? Masih suka ke rumahnya?”
“Alhamdulillah
kabar dia baik kok kak, iya masih dan rencananya hari ini mau ke rumahnya”
“O… gitu, ya
udah nanti nitip salam aja ya sama dia”
Mika
mengangguk
Bakso
pesanannya pun tiba dan seperti biasa setiap kali makan bakso bareng Tara, Mika
tidak bisa makan pedas karena Tara selalu melarangnya. Namun, walaupun begitu
Mika nampak senang karena mungkin itu salah satu bentuk rasa sayang Tara
kepadanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar