Selamat Datang dan Selamat Membaca

You Raise Me Up (bagian 5)

Dosen menerangkan matakuliahnya. Beberapa menit kemudian dibuka sesi tanya jawab. Suasana kelas pun menjadi rame.
“Wah kalo tiap hari kelas kaya gini kayanya asik ya?” Tanya Tina
“Iya sih, hhe” jawab Mika sambil melihat ke arah Erik yang dari tadi melontarkan pendapatnya.
“Eh Mika, kamu tambahin donk, biar rame,hhe” tambah Tina
“Mmm,, nggak ah, he” ujar Mika sambil memainkan penanya karena dia belum merasa PD    
Sejam sudah berlalu. Matakuliah pun selesai. Jadi tinggal satu matakuliah lagi.
Mika bergegas menuju luar kelas. Dia pun duduk tepat di depan kelas. Tiba-tiba Wiwit datang menyapanya.
“Mika…” sapa Wiwit
“Hei Wit”.  
Wiwit pun duduk di samping Mika.
“Ko sendiri aja, lagi ngapain?” Tanya Wiwit
“Mm, biasa lagi nyari angin,,hhe, eh Wit masuk lagi jam berapa sih?”
“Kalo nggak salah sih masih tiga jam-an lagi”
“o…masih lama toh?”
“O iya kamu lihat Rika dan Zahra nggak?”
“Kalo nggak salah sih tadi mereka mau ke depan kampus dulu, katanya ada perlu gitu”
“O gitu. O.. iya dulu sebenarnya kamu itu sekolah dimana sih, kayanya bahasa Arab kamu lancar?”
“Masa sih? padahal sebenarnya aku udah lupa sama bahasa Arab, habisnya lama nggak dipake sih, hhe”
Mika dan Wiwit pun menceritakan masa-masa dulu di SMA, ternyata cerita mereka hampir sama. Mereka memiliki kesamaan, sampai-sampai cowo yang mereka idamkan pun tipe nya hampir sama. Untungnya Mika bisa melupakan tentang hubungan Wiwit dan Erik, jadi ketika mereka bercerita, sikap Mika merasa enjoy apalagi Mika merasa Wiwit begitu baik.
“Eh kalian, lagi pada ngapain berdua aja” Tanya Tina yang tiba-tiba nongol
“Tina kirain kamu ikut yang lain?” Tanya Mika
“Mmm, pengennya sih begitu tapi ogah ah males, lagian panas banget”
Tina pun ikut bergabung dengan Mika dan Wiwit. Mereka bercanda-canda. Semenjak itulah mereka bersahabat.
***
“Na, aku pulang duluan ya” pamit Mika
“Eh kamu nggak ikut anak-anak jajan dulu?”
“Nggak deh aku mau ke rumah Nisa”
“O, gitu ya, ok deh hati-hati ya”
“Sip”
Mika pun meninggalkan Tina.
Di perjalanan menuju rumah Nisa. Tiba-tiba Tara menghubunginya. Dia mengajak Mika makan bakso bareng. Hati Mika pun merasa senang karena sudah lama sekali mereka tidak makan bakso bareng. Padahal dari SMA hampir setiap minggu mereka tidak pernah absen jajan bakso.
Akhirnya Mika pun mengiyakan dan langsung menghubungi Nisa untuk meminta maaf atas keterlambatannya datang ke rumahnya. Nisa pun memakluminya dan ikut senang mendengar kabar dari Mika tentang Tara.
Sesampainya di tempat bakso langganannya. Nampak Tara sedang duduk sambil memainkan Hpnya. Mika langsung menghampirinya.
“Udah lama ya kak?”
“Nggak kok, baru aja kakak juga tiba”
Mika pun tersenyum dan duduk di depan Tara
“Gimana kuliahnya?” Tanya Tara
Hati Mika merasa senang karena tiba-tiba Tara menanyakan sesuatu yang selama ini Mika harapkan.
“Alhamdulillah baik kak”
“O.. syukur kalo gitu, oya mau pesen bakso apa?”
“Aku yang biasa aja deh kak”
Tara pun mengangguk sambil tersenyum dan langsung menghampiri mas bakso yang dari tadi sedang melayani pembeli yang lain.
Alhamdulillah, akhirnya. Udah lama banget aku nggak liat senyum dia. Guman Mika dalam hati. Dia pun senyum-senyum sendiri. Tanpa Mika sadari ternyata Tara dari tadi memperhatikannya.
“Kenapa dek ko senyum-senyum sendiri?” Tanya Tara sambil duduk di tempatnya
“Eh, nggak apa-apa kok kak” jawab Mika sambil minum air yang dia bawa
“O.. oya gimana kabar Nisa? Masih suka ke rumahnya?”
“Alhamdulillah kabar dia baik kok kak, iya masih dan rencananya hari ini mau ke rumahnya”
“O… gitu, ya udah nanti nitip salam aja ya sama dia”
Mika mengangguk

Bakso pesanannya pun tiba dan seperti biasa setiap kali makan bakso bareng Tara, Mika tidak bisa makan pedas karena Tara selalu melarangnya. Namun, walaupun begitu Mika nampak senang karena mungkin itu salah satu bentuk rasa sayang Tara kepadanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar