Selamat Datang dan Selamat Membaca

Nantikan Aku di Batas Waktu (bagian 5)

Hari minggu yang cerah. Hari ini Cindy berencana pergi ke toko buku. Waktu menunjukkan pukul 09.00 WIB, Cindy pun sudah siap berangkat menuju halte bis.
          Sesampainya di halte, Cindy langsung menumpangi bis yang dari tadi sudah ada. Beberapa menit kemudian bis pun melaju. Diperjalanan Cindy melihat-lihat orang yang sedang berlalu-lalang menghabiskan liburannya dengan mengunjungi pasar minggu disepanjang jalan, sehingga kemacetan pun terjadi.
          “Akhirnya nyampe juga”. Ujarnya dalam hati sambil masuk ke toko buku.
          Di toko buku sangat ramai. Cindy pun kesulitan mencari buku-buku yang dia inginkan. Setelah sejam kurang berada di sana, akhirnya Cindy mendapatkan buku-buku itu. Cindy segera membawanya ke kasir. Setelah selesai, Cindy pun langsung keluar dan meninggalkan toko buku.
          Perutnya mulai keroncongan. Cindy langsung mencari tempat makan di sekitar toko buku. Ketika melihat ke arah selatan, ternyata di sana ada warung bakso yang terkenal enaknya. “Ya walaupun cabangnya tapi kayanya rasanya masih sama enak.” guman Cindy dan langsung menuju warung bakso itu dan segera memesannya.
          Beberapa menit kemudian pesanan bakso pun datang. Cindy tak sabar langsung melahapnya. Ketika sedang asyik makan bakso, tiba-tiba Cindy melihat kak Arsyil dengan seorang cewe berjalan menuju tempat bakso. Mereka begitu akrab. Walaupun di hati merasa kesal melihat mereka, tapi Cindy berusaha tegar.
          Setelah selesai makan, Cindy pun langsung menuju kasir dan pulang.
          Sesampainya gerbang kosan, ternyata Ruli sudah menunggu depan pintu kamar.
          “eh kok, kamu dari tadi ya? Kok nggak ngasih kabar?”. Tanya Cindy
          “lumayan sih, tadi tuh gw hubungi hp lw, tapi mailbox terus”. Ujar Ruli sedikit kesal
          “masa?” Cindy pun langsung mengeluarkan hp dari dalam tas. “wah, sorry banget Li, ternyata hp nya mati, hhe”. Ujarnya berasa tak bersalah
          “ukh.. pantesan, akaran nih gw.”
          “sekali lagi maaf banget ya.” Ujar Cindy sambil membuka kunci pintu kamar. Setelah kebuka mereka pun langsung masuk.  
          “oya Li, tau nggak tadi aku ketemu siapa?”. Kata Cindy
          “gw tau, pasti ketemu kak Arsyil yaa? Tapi ko muka  lw kaya yang kesal gitu?”.
          “mmm.. iya tadi aku ketemu kak Arsyil tapi lagi sama cewe.”
          “hah, masa? Gw nggak percaya tuh.”
          “beneran Li, aku tadi lagi ngbakso dekat toko buku, eh kak Asryil juga beli bakso”.
          “ah kali aja dia adiknya atau saudaranya, soalnya setau gw kak Arsyil nggak pernah pacaran dan katanya dia punya komitmen nggak pacaran”.
          “tapi kan nggak menutup kemungkinan Li.” Ujar Cindy melemas
          “ah udah lah nggak usah dipikirin, nanti gw cari tau masalah ini”. Ujar Ruli sambil menyalakan laptop.
          Cindy hanya bisa terdiam. “Kalau dipikir-pikir, benar juga kata Ruli siapa tau cewe itu adiknya atau mungkin saudaranya karena selama ini kak Arsyil nggak pernak bersikap gitu sama cewe, salaman pun nggak pernah”. Ujarnya dalam hati
          “udahlah mendingan kita nonton, ni gw punya film bagus.” Ajak Ruli sambil mengeluarkan kaset VCD. Mereka pun langsung menontonnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar