Matahari sudah berada ditengah-tengah, begitu panas keadaan siang itu.
Nuri terus berjalan menuju rumahnya. Namun ditengah jalan dia bertemu dengan
seorang nenek yang membawa barang begitu banyak. Nuri langsung menghampiri
nenek tersebut karena dia merasa kasihan melihatnya.
“nenek mau kemana,
aku bantu ya?”
“nenek mau
pulang nak, aduh jadi ngerepotin”
“gak ko nek, aku
senang ko bisa bantu nenek”
“makasih ya nak”
Nuri langsung membawakan
barang-barang nenek itu. Dan mereka pun langsung menuju rumah nenek itu.
Ditengah jalan mereka bercakap-cakap, Nuri sangat akrab dengan nenek itu
seolah-olah ia sudah lama kenal. Setibanya dirumah nenek, Nuri langsung pulang karena
dia harus mengantar adiknya
“akhirnya nyampe
juga dirumah nenek, mari nak masuk dulu”
“eum.. nek
kayanya aku langsung pulang aja ya”
“loh ko pulang
nak, gak mau mampir dulu?”
“gak nek, lain
kali aja ya aku main kerumah nenek”
“owh, ya udah
makasih banyak ya nak, kapan-kapan main ke rumah nenek ya!”
“iya nek
sama-sama, ya udah aku pulang ya nek.”
“iya nak,
hati-hati dijalannya”
“iya nek,
assalamualaikum”
“waalaikumsalam…”
Nuri pun bergegas pulang, dia
berjalan dengan cepat karena dia sudah janji mau ngantar adiknya ke toko buku.
Sesampainya digerbang rumah, dia melihat adiknya sedang menunggu didepan pintu.
Nuri merasa gak enak, dia pun langsung minta maaf dan menceritakan alasan
mengapa dia terlambat.
Tidak berapa lama kemudian
mereka berangkat menuju toko buku langganannya. Setiba di toko buku, Rey
langsung mencari buku yang akan dia beli, sementara Nuri asyik memilih-milih
buku cerita kesukaannya. Sudah hampir sejam mereka memilih buku-buku yang di
perlukannya itu. Setelah dapat buku-buku keperluannya, mereka langsung pulang.
Malampun tiba, Nuri jadi
teringat kepada nenek yang dia tolongin tadi. Dia merasa kasihan karena nenek
itu tinggal sendiri di gubuk tua yang sudah tidak layak ditempatin lagi.
Rencananya besok dia akan pergi kerumah nenek itu sepulang dari sekolahnya.
Nuri pun siap-siap untuk tidur karena malam semakin larut.
***
Pagi-pagi sekali Nuri sudah
bangun, dia langsung mandi dan siap-siap berangkat kesekolah. Jam menunjukkan
pukul 06.30 WIB, Nuri langsung berangkat kesekolahnya.
“mah, aku
berangkat dulu ya”
“ko gak sarapan
dulu Nur?”
“eum.. gak deh
mah, nanti aja disekolah soalnya aku udah telat, ya udah mah aku berangkat ya”
“ya udah kalo
gitu, hati-hati ya”
“iya mah,
assalamualaikum mah”
“waalaikumsalam..”
Setibanya disekolah Nuri
langsung masuk kekelasnya. Namun tiba-tiba dia dikagetkan oleh Upin teman
sekelasnya.
“hallo kawan…”
“uh.. dasar,
bikin kaget aja”
“hhe.. pulang
sekolah nanti ada waktu gak?
“emang kenapa
gitu? Kebetulan aku mau pergi.”
“pergi kemana
Nur?”
“eum.. mau tauuu
aja”. Nuri pun langsung meninggalkan Upin. Upin hanya bengong sambil
menggaruk-garuk kepalanya.
Jam menunjukkan pukul 07.00 WIB,
bel tanda masuk dibunyikan. Semua anak memasuki kelasnya dan mulai untuk
menerima pelajaran. Begitu pun Nuri dan teman-temannya.
***
Pulang sekolah tiba, Nuri
langsung berangkat menuju rumah nenek tua itu. Ketika Nuri keluar dari gerbang
sekolah tiba-tiba Upin memanggil dan menghampirinya.
“Nur, sebenarnya
kamu mau kemana sich?”. Upin penasaran dan Nuri pun langsung bercerita.
Akhirnya mereka berangkat berdua.
Sesampainya di halaman rumah
nenek itu. Nuri melihat kearah pintu rumahnya yang terbuka. Dia langsung masuk
diikuti oleh Upin.
“assalamualaikum,
nek?”. Namun tidak ada jawaban yang terdengar. “nek, nenek” panggil Nuri. “eh
Nur, kayanya neneknya gak ada deh.” Ujar Upin.
“tapi ko pintunya
kebuka sich?” kata Nuri cemas. Dia pun langsung nyari tau dimana nenek itu. Dia
masuk ke dapurnya, dia pun terkejut saat melihat kearah bangku, ternyata nenek
itu tergeletak dan sudah tidak bernyawa lagi. Nuri menangis dan langsung memeluk
nenek itu. Upin kaget, dia langsung menghampiri Nuri. Setelah tau keadaan nenek
itu, Upin langsung memanggil para tetangga. Jenazah nenek itu langsung
dikuburkan.
Nuri masih sedih dan terus
menangis karena dia tidak menyangka kalo pertemuan kemarin dengan nenek itu
adalah pertemuan pertama dan terakhir. Upin berusaha menenangkan Nuri. Ketika
mereka akan pulang, tiba-tiba Nuri mendengar suara kucing dari arah kamar nenek
itu. Dia langsung menghampiri kucing itu dan dia juga menemukan sebuah surat
yang isinya ditujukan untuknya. Didalam isi suratnya, nenek itu berpesan agar
Nuri bisa menjaga dan merawat kucing kesayangannya.
Akhirnya Nuri membawa kucing itu
pulang dan Upin mengantarkan mereka.
“Nur, aku pulang
dulu ya, kamu jangan sedih terus ya.”
“gak mampir dulu
pin? “
“kayanya gak
deh, ya udah kamu baik-baik ya”
“ya udah kalo
gitu, makasih ya pin dan hati-hati dijalannya.”
“siap bos,
assalamualaikum”
“waalaikumsalam.”
Setelah Upin pulang, Nuri
langsung masuk kerumahnya. Ternyata orang tuanya sedang menunggu dan sangat
mengkhawatirkan Nuri karena tidak biasanya Nuri pulang malam. Nuri pun langsung
menceritakan alasannya pada kedua orang tuanya. Kedua orang tua Nuri sangat
terharu dan mereka pun berpesan agar Nuri bisa menjaga amanat yang telah
disampaikan oleh almarhum nenek itu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar