Selamat Datang dan Selamat Membaca

Nenek Tua yang Malang


Matahari sudah berada ditengah-tengah, begitu panas keadaan siang itu. Nuri terus berjalan menuju rumahnya. Namun ditengah jalan dia bertemu dengan seorang nenek yang membawa barang begitu banyak. Nuri langsung menghampiri nenek tersebut karena dia merasa kasihan melihatnya.
“nenek mau kemana, aku bantu ya?”
“nenek mau pulang nak, aduh jadi ngerepotin”
“gak ko nek, aku senang ko bisa bantu nenek”
“makasih ya nak”
                Nuri langsung membawakan barang-barang nenek itu. Dan mereka pun langsung menuju rumah nenek itu. Ditengah jalan mereka bercakap-cakap, Nuri sangat akrab dengan nenek itu seolah-olah ia sudah lama kenal. Setibanya dirumah nenek, Nuri langsung pulang karena dia harus mengantar adiknya
“akhirnya nyampe juga dirumah nenek, mari nak masuk dulu”
“eum.. nek kayanya aku langsung pulang aja ya”
“loh ko pulang nak, gak mau mampir dulu?”
“gak nek, lain kali aja ya aku main kerumah nenek”
“owh, ya udah makasih banyak ya nak, kapan-kapan main ke rumah nenek ya!”
“iya nek sama-sama, ya udah aku pulang ya nek.”
“iya nak, hati-hati dijalannya”
“iya nek, assalamualaikum”
“waalaikumsalam…”      
                Nuri pun bergegas pulang, dia berjalan dengan cepat karena dia sudah janji mau ngantar adiknya ke toko buku. Sesampainya digerbang rumah, dia melihat adiknya sedang menunggu didepan pintu. Nuri merasa gak enak, dia pun langsung minta maaf dan menceritakan alasan mengapa dia terlambat.
                Tidak berapa lama kemudian mereka berangkat menuju toko buku langganannya. Setiba di toko buku, Rey langsung mencari buku yang akan dia beli, sementara Nuri asyik memilih-milih buku cerita kesukaannya. Sudah hampir sejam mereka memilih buku-buku yang di perlukannya itu. Setelah dapat buku-buku keperluannya, mereka langsung pulang.
                Malampun tiba, Nuri jadi teringat kepada nenek yang dia tolongin tadi. Dia merasa kasihan karena nenek itu tinggal sendiri di gubuk tua yang sudah tidak layak ditempatin lagi. Rencananya besok dia akan pergi kerumah nenek itu sepulang dari sekolahnya. Nuri pun siap-siap untuk tidur karena malam semakin larut.
 ***
                Pagi-pagi sekali Nuri sudah bangun, dia langsung mandi dan siap-siap berangkat kesekolah. Jam menunjukkan pukul 06.30 WIB, Nuri langsung berangkat kesekolahnya.
“mah, aku berangkat dulu ya”
“ko gak sarapan dulu Nur?”
“eum.. gak deh mah, nanti aja disekolah soalnya aku udah telat, ya udah mah aku berangkat ya”
“ya udah kalo gitu, hati-hati ya”
“iya mah, assalamualaikum mah”
“waalaikumsalam..”
                Setibanya disekolah Nuri langsung masuk kekelasnya. Namun tiba-tiba dia dikagetkan oleh Upin teman sekelasnya.
“hallo kawan…”
“uh.. dasar, bikin kaget aja”
“hhe.. pulang sekolah nanti ada waktu gak?
“emang kenapa gitu? Kebetulan aku mau pergi.”
“pergi kemana Nur?”
“eum.. mau tauuu aja”. Nuri pun langsung meninggalkan Upin. Upin hanya bengong sambil menggaruk-garuk kepalanya.
                Jam menunjukkan pukul 07.00 WIB, bel tanda masuk dibunyikan. Semua anak memasuki kelasnya dan mulai untuk menerima pelajaran. Begitu pun Nuri dan teman-temannya.
***
                Pulang sekolah tiba, Nuri langsung berangkat menuju rumah nenek tua itu. Ketika Nuri keluar dari gerbang sekolah tiba-tiba Upin memanggil dan menghampirinya.
“Nur, sebenarnya kamu mau kemana sich?”. Upin penasaran dan Nuri pun langsung bercerita. Akhirnya mereka berangkat berdua.
                Sesampainya di halaman rumah nenek itu. Nuri melihat kearah pintu rumahnya yang terbuka. Dia langsung masuk diikuti oleh Upin.
“assalamualaikum, nek?”. Namun tidak ada jawaban yang terdengar. “nek, nenek” panggil Nuri. “eh Nur, kayanya neneknya gak ada deh.” Ujar Upin.
“tapi ko pintunya kebuka sich?” kata Nuri cemas. Dia pun langsung nyari tau dimana nenek itu. Dia masuk ke dapurnya, dia pun terkejut saat melihat kearah bangku, ternyata nenek itu tergeletak dan sudah tidak bernyawa lagi. Nuri menangis dan langsung memeluk nenek itu. Upin kaget, dia langsung menghampiri Nuri. Setelah tau keadaan nenek itu, Upin langsung memanggil para tetangga. Jenazah nenek itu langsung dikuburkan.
                Nuri masih sedih dan terus menangis karena dia tidak menyangka kalo pertemuan kemarin dengan nenek itu adalah pertemuan pertama dan terakhir. Upin berusaha menenangkan Nuri. Ketika mereka akan pulang, tiba-tiba Nuri mendengar suara kucing dari arah kamar nenek itu. Dia langsung menghampiri kucing itu dan dia juga menemukan sebuah surat yang isinya ditujukan untuknya. Didalam isi suratnya, nenek itu berpesan agar Nuri bisa menjaga dan merawat kucing kesayangannya.              
                Akhirnya Nuri membawa kucing itu pulang dan Upin mengantarkan mereka.
“Nur, aku pulang dulu ya, kamu jangan sedih terus ya.”
“gak mampir dulu pin? “
“kayanya gak deh, ya udah kamu baik-baik ya”
“ya udah kalo gitu, makasih ya pin dan hati-hati dijalannya.”
“siap bos, assalamualaikum”
“waalaikumsalam.”

                Setelah Upin pulang, Nuri langsung masuk kerumahnya. Ternyata orang tuanya sedang menunggu dan sangat mengkhawatirkan Nuri karena tidak biasanya Nuri pulang malam. Nuri pun langsung menceritakan alasannya pada kedua orang tuanya. Kedua orang tua Nuri sangat terharu dan mereka pun berpesan agar Nuri bisa menjaga amanat yang telah disampaikan oleh almarhum nenek itu. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar