Selamat Datang dan Selamat Membaca

You Raise Me Up (bagian 10)

Mika masih kepikiran perbuatan Tara. Semua itu seperti mimpi bagi Mika. Namun, lagi-lagi Erik selalu membuat Mika tertawa oleh candaannya lewat sms. Mereka pun semakin dekat apalagi Erik bercerita bahwa dia nggak punya teman, gara-gara dia cuti, dia merasa teman-teman nggak ada yang peduli terhadapnya. Awalnya Mika kesal dengan omongan Erik, namun Mika mencoba menjelaskan dan memberi pengertian pada Erik.
Ternyata diam-diam Erik mengetahui masalah yang menimpa Mika.
“Ka, aku sedikit pun nggak kasian ma kamu karena kamu putus” ujar Erik
Mika spontan kaget dan berpikir kalo Erik sama sekali nggak peduli atas apa yang menimpa Mika. Mika pun angkat bicara
“maksudnya apa?” Tanya Mika sedikit kesal
“iya, aku malah kasian ke cowo kamu karena udah ninggalin kamu, wanita luar biasa”
Mika pun terkejut dan terharu mendengar perkataan Erik. Padahal awalnya Mika kesal dengan perkataan Erik pertama. Dia menyembunyikan kesenangannya atas pujian Erik.
Hari-hari Mika berubah drastis, dan Erik-lah yang mengubah segalanya. Awalnya Mika memutuskan untuk berhenti mengerjakan skripsi karena dia nggak yakin akan beres tahun ini, namun karena Erik memberinya semangat. Akhirnya Mika mau melanjutkan skripsinya. Itu semua karena Erik yang memberi semangat dan mengajak Mika agar mereka lulus bareng-bareng.
Perasaan Mika terhadap Erik muncul lagi. Kali ini dia benar-benar yakin dengan perasaannya. Namun sayang, Mika masih memendam perasaannya kepada Erik. Dia pun tidak menceritakan perasaannya pada Wiwit maupun Tina. Mika berpikir bahwa hubungan Mika dan Erik  sekarang jauh lebih baik. Walaupun terkadang Mika penasaran tentang perasaan Erik pada dia. Apakah Erik pun memiliki perasaan sama ataukah tidak? ntah lah, namun bagi Mika kedekatan mereka sudah lebih cukup.
“Mika lagi apa?” isi pesan Erik melalui ponselnya
“aku lagi maen laptop aja, oya kamu masih pulang ya. Bawa oleh-oleh ya” jawab Mika
“o gt ya, iya ni sekarang lagi dijalan dan besok baru nyampe. Aduh aku nggak keburu beli oleh-oleh, tapi aku punya sesuatu buat kamu”
“yaaa, oke deh”
tadinya Mika penasaran dengan apa yang mau Erik berikan, tapi dia berusaha cuek walau hati bertanya-tanya.
Mereka pun seperti biasa berlanjut dengan saling  mengirim dan membalas pesan candaan. Mika tertawa lepas hingga teman satu kamarnya merasa heran. 
“wah, ada yang lagi senang ni?” Tanya Puput teman sekamar Mika
“hehe, apaan si put?” ujar Mika sedikit malu
“cie cie pasti dari Erik lagi ya?”
“ehm,, mau tauuuu aja”
“haha dasar, oya katanya dia pulang ya, kapan kembali lagi?”
“katanya besok sih”
“cie kok tau” ledek Puput
     Mereka pun saling meledek, hingga waktu menunjukkan pukul 11.00 malam. Puput segera membereskan barang-barang yang ada di atas kasur dan langsung pamit tidur duluan. Sementara Mika masih asyik kirim balas pesan dengan Erik.
***
Pagi-pagi sekali Mika sudah rapi. Hari ini dia mau pergi ke perpustakaan untuk mencari bahan-bahan skripsi. Mika begitu semangat. Beberapa menit sebelum pergi ternyata Erik mengirimkan dia pesan. Erik meminta Mika bertemu karena dia mau memberikan sesuatu yang telah dia janjikan padanya. Karena Mika terlanjur mau pergi ke perpus, akhirnya mereka pun janjian bertemu di sana.
Diperjalanan, hati Mika sangat senang, sesekali sms dari Erik dia baca kembali. Hatinya nggak sabar ingin cepat bertemu Erik dan penasaran apa yang mau Erik berikan padanya.
Sesampainya di perpus, Mika segera mengabarkan Erik bahwa dia telah sampai, namun ternyata Erik sudah ada di dalam perpus. Hati Mika pun bertambah senang karena dia tak perlu menunggu Erik.
Mika berjalan menuju lantai dua. Dilihatnya Erik sedang memilih-milih buku. Mika pun langsung menyimpan barang-barangnya. Ketika dia mau menghampiri Erik, ternyata Erik lebih dulu menghampirinya.
“Hi, “ sapa Erik
“Hi, Erik kirain belum nyampe?” jawabku sedikit gugup
“hhe, oya kamu mau nyari buku apa?”
“aku mau nyari bahan buat skripsi” jawabku sambil melihat tangan Erik yang tertutup tumpukan buku. “ya udah aku kesana dulu, nyari buku” pamitku pada Erik
“oke deh”
Mika pun langsung mencari-cari buku yang dia butuhkan. Sesekali dia melihat ke arah Erik yang sedang asik membaca buku.
“wah, serius amat” kata Mika sambil menyimpan buku-bukunya di atas meja tempat Erik duduk
“hhe, iya donk”
“emang baca apaan sih? Buat skripsi bukan?” Tanya Mika sambil melihat-lihat judul buku yang Erik baca
“iya skripsi” jawab Erik dengan PD nya dia melihatkan buku yang dibacanya. Ternyata dari tadi dia asik baca buku humor-humor sms.
“haha,, parah banget, kirain beneran buat skripsi”
“hehe,, nggak ah ramean ini, daripada itu apaan pusing” ujar Erik sambil lihat-lihat buku yang Mika bawa
“oya, aku mau nanya. Kamu masih suka hubungi mantan kamu ya?” Tanya Mika dengan polosnya
“hah, kata siapa? Ada juga dia yang masih suka hubungi aku” jelas Erik dengan muka sedikit merah
“ah, gak percaya” ledek Mika. Walaupun dalam hati Mika sedikit senang
“beneran serius”
“o ya udah iya percaya”
Mereka pun sejenak terdiam dan melanjutkan bacanya. Namun, ternyata Erik masih saja meyakinkan Mika bahwa Erik memang udah nggak menghubungi mantannya. Sampai-sampai Erik memberikan Hpnya pada Mika agar Mika bisa melihat pesan masuk di Hp Erik. Mika begitu kaget karena Erik sampai segitunya. Padahal tujuan Mika Cuma bercanda aja tapi Erik seperti nanggapin serius. Akhirnya Mika membuat Erik kalo Mika percaya sama Erik. 
“eh ka udah selesai bacanya?” Tanya Erik
“iya ni udah, tapi bentar lagi ya belum dicatat judul bukunya”
“ok deh”
Sambil nunggu Mika, Erik pun bernyanyi-nyayi dengan suara pelan karena takut orang mendengarkan suara emasnya. Sesekali Mika tersenyum melihat tingkah Erik.
“yuk ah beres” ujar Mika
“o, ok deh”
Mika dan Erik langsung meninggalkan ruangan. Tepat di depan gedung perpustakaan, Erik memberikan yang telah dijanjikannya pada Mika.
“ini ka buat kamu!” ujar Erik sambil memberikan sebuah syal dan buku catatan yang dibuat dari bubuk-bubuk kayu
“wah, buat aku? Kamu baik banget, makasih ya” kata Mika sambil menerima pemberian Erik.
“yoi, sama-sama. Oya mau kemana sekarang? Makan yuk!”
“hayu, tapi sekarang aku mau langsung ke kosan Juli, jadi makannya depan kampus aja yuk”
“o gitu ya, kamu mau ke kosan Juli? Ya udah deh kalo gitu aku nitip syal aja buat dia”
“o.. iya ya”
Mika dan Erik pun langsung menunggu damri. Mereka masih saja bercanda. Erik benar-benar cowo yang tak habis dengan humornya. Bahkan dalam damri Erik masih mengajak Mika bercanda.

Sesampainya depan kampus, mereka berpisah. Acara makannya pun nggak jadi. Mika langsung pergi ke kosan Juli. Sementara Erik ke kosan temannya.  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar