Mika masih kepikiran perbuatan Tara.
Semua itu seperti mimpi bagi Mika. Namun, lagi-lagi Erik selalu membuat Mika
tertawa oleh candaannya lewat sms. Mereka pun semakin dekat apalagi Erik
bercerita bahwa dia nggak punya teman, gara-gara dia cuti, dia merasa
teman-teman nggak ada yang peduli terhadapnya. Awalnya Mika kesal dengan
omongan Erik, namun Mika mencoba menjelaskan dan memberi pengertian pada Erik.
Ternyata diam-diam Erik mengetahui masalah
yang menimpa Mika.
“Ka, aku sedikit pun nggak kasian ma kamu karena kamu putus”
ujar Erik
Mika spontan kaget dan berpikir kalo
Erik sama sekali nggak peduli atas apa yang menimpa Mika. Mika pun angkat
bicara
“maksudnya apa?” Tanya Mika sedikit kesal
“iya, aku malah kasian ke cowo kamu karena udah ninggalin
kamu, wanita luar biasa”
Mika pun terkejut dan terharu mendengar
perkataan Erik. Padahal awalnya Mika kesal dengan perkataan Erik pertama. Dia
menyembunyikan kesenangannya atas pujian Erik.
Hari-hari Mika berubah drastis, dan
Erik-lah yang mengubah segalanya. Awalnya Mika memutuskan untuk berhenti
mengerjakan skripsi karena dia nggak yakin akan beres tahun ini, namun karena
Erik memberinya semangat. Akhirnya Mika mau melanjutkan skripsinya. Itu semua
karena Erik yang memberi semangat dan mengajak Mika agar mereka lulus
bareng-bareng.
Perasaan Mika terhadap Erik muncul
lagi. Kali ini dia benar-benar yakin dengan perasaannya. Namun sayang, Mika
masih memendam perasaannya kepada Erik. Dia pun tidak menceritakan perasaannya
pada Wiwit maupun Tina. Mika berpikir bahwa hubungan Mika dan Erik sekarang jauh lebih baik. Walaupun terkadang
Mika penasaran tentang perasaan Erik pada dia. Apakah Erik pun memiliki
perasaan sama ataukah tidak? ntah lah, namun bagi Mika kedekatan mereka sudah lebih
cukup.
“Mika lagi apa?” isi pesan Erik melalui ponselnya
“aku lagi maen laptop aja, oya kamu masih pulang ya. Bawa
oleh-oleh ya” jawab Mika
“o gt ya, iya ni sekarang lagi dijalan dan besok baru nyampe.
Aduh aku nggak keburu beli oleh-oleh, tapi aku punya sesuatu buat kamu”
“yaaa, oke deh”
tadinya Mika penasaran dengan apa yang mau Erik berikan,
tapi dia berusaha cuek walau hati bertanya-tanya.
Mereka pun seperti biasa berlanjut
dengan saling mengirim dan membalas
pesan candaan. Mika tertawa lepas hingga teman satu kamarnya merasa heran.
“wah, ada yang lagi senang ni?” Tanya Puput teman sekamar
Mika
“hehe, apaan si put?” ujar Mika sedikit malu
“cie cie pasti dari Erik lagi ya?”
“ehm,, mau tauuuu aja”
“haha dasar, oya katanya dia pulang ya, kapan kembali lagi?”
“katanya besok sih”
“cie kok tau” ledek Puput
Mereka pun saling meledek, hingga waktu
menunjukkan pukul 11.00 malam. Puput segera membereskan barang-barang yang ada
di atas kasur dan langsung pamit tidur duluan. Sementara Mika masih asyik kirim
balas pesan dengan Erik.
***
Pagi-pagi sekali Mika sudah rapi. Hari
ini dia mau pergi ke perpustakaan untuk mencari bahan-bahan skripsi. Mika
begitu semangat. Beberapa menit sebelum pergi ternyata Erik mengirimkan dia
pesan. Erik meminta Mika bertemu karena dia mau memberikan sesuatu yang telah
dia janjikan padanya. Karena Mika terlanjur mau pergi ke perpus, akhirnya
mereka pun janjian bertemu di sana.
Diperjalanan, hati Mika sangat senang,
sesekali sms dari Erik dia baca kembali. Hatinya nggak sabar ingin cepat
bertemu Erik dan penasaran apa yang mau Erik berikan padanya.
Sesampainya di perpus, Mika segera
mengabarkan Erik bahwa dia telah sampai, namun ternyata Erik sudah ada di dalam
perpus. Hati Mika pun bertambah senang karena dia tak perlu menunggu Erik.
Mika berjalan menuju lantai dua.
Dilihatnya Erik sedang memilih-milih buku. Mika pun langsung menyimpan
barang-barangnya. Ketika dia mau menghampiri Erik, ternyata Erik lebih dulu
menghampirinya.
“Hi, “ sapa Erik
“Hi, Erik kirain belum nyampe?” jawabku sedikit gugup
“hhe, oya kamu mau nyari buku apa?”
“aku mau nyari bahan buat skripsi” jawabku sambil melihat
tangan Erik yang tertutup tumpukan buku. “ya udah aku kesana dulu, nyari buku”
pamitku pada Erik
“oke deh”
Mika pun langsung mencari-cari buku
yang dia butuhkan. Sesekali dia melihat ke arah Erik yang sedang asik membaca
buku.
“wah, serius amat” kata Mika sambil menyimpan buku-bukunya
di atas meja tempat Erik duduk
“hhe, iya donk”
“emang baca apaan sih? Buat skripsi bukan?” Tanya Mika
sambil melihat-lihat judul buku yang Erik baca
“iya skripsi” jawab Erik dengan PD nya dia melihatkan buku
yang dibacanya. Ternyata dari tadi dia asik baca buku humor-humor sms.
“haha,, parah banget, kirain beneran buat skripsi”
“hehe,, nggak ah ramean ini, daripada itu apaan pusing” ujar
Erik sambil lihat-lihat buku yang Mika bawa
“oya, aku mau nanya. Kamu masih suka hubungi mantan kamu
ya?” Tanya Mika dengan polosnya
“hah, kata siapa? Ada juga dia yang masih suka hubungi aku”
jelas Erik dengan muka sedikit merah
“ah, gak percaya” ledek Mika. Walaupun dalam hati Mika
sedikit senang
“beneran serius”
“o ya udah iya percaya”
Mereka pun sejenak terdiam dan
melanjutkan bacanya. Namun, ternyata Erik masih saja meyakinkan Mika bahwa Erik
memang udah nggak menghubungi mantannya. Sampai-sampai Erik memberikan Hpnya pada
Mika agar Mika bisa melihat pesan masuk di Hp Erik. Mika begitu kaget karena
Erik sampai segitunya. Padahal tujuan Mika Cuma bercanda aja tapi Erik seperti
nanggapin serius. Akhirnya Mika membuat Erik kalo Mika percaya sama Erik.
“eh ka udah selesai bacanya?” Tanya Erik
“iya ni udah, tapi bentar lagi ya belum dicatat judul
bukunya”
“ok deh”
Sambil nunggu Mika, Erik pun
bernyanyi-nyayi dengan suara pelan karena takut orang mendengarkan suara
emasnya. Sesekali Mika tersenyum melihat tingkah Erik.
“yuk ah beres” ujar Mika
“o, ok deh”
Mika dan Erik langsung meninggalkan ruangan.
Tepat di depan gedung perpustakaan, Erik memberikan yang telah dijanjikannya
pada Mika.
“ini ka buat kamu!” ujar Erik sambil memberikan sebuah syal
dan buku catatan yang dibuat dari bubuk-bubuk kayu
“wah, buat aku? Kamu baik banget, makasih ya” kata Mika
sambil menerima pemberian Erik.
“yoi, sama-sama. Oya mau kemana sekarang? Makan yuk!”
“hayu, tapi sekarang aku mau langsung ke kosan Juli, jadi
makannya depan kampus aja yuk”
“o gitu ya, kamu mau ke kosan Juli? Ya udah deh kalo gitu
aku nitip syal aja buat dia”
“o.. iya ya”
Mika dan Erik pun langsung menunggu
damri. Mereka masih saja bercanda. Erik benar-benar cowo yang tak habis dengan
humornya. Bahkan dalam damri Erik masih mengajak Mika bercanda.
Sesampainya depan kampus, mereka
berpisah. Acara makannya pun nggak jadi. Mika langsung pergi ke kosan Juli.
Sementara Erik ke kosan temannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar