Selamat Datang dan Selamat Membaca

You Raise Me Up (bagian 3)

Pagi-pagi Mika dan sebagian teman-temannya sudah berkumpul di depan kampus. Mereka akan pergi liburan ke tempat perkemahan. Mereka pun membawa peralatan masak dan beberapa sayuran serta lauk pauk yang akan dimasak di sana.
“Sorry telat” ujar Tina.
“Yah kebiasaan lw telat mulu” celetuk Zahra.
Tina pun hanya tersenyum.
“Jadi sekarang kita nunggu siapa lagi?” Tanya Zahra.
Dikdik selaku kosma langsung mengabsen satu-satu, ternyata tinggal Erik yang belum datang.
 “Wah Erik kemana ya jam segini belum datang?” Tanya Zahra.
 Hati Mika sedikit gelisah setelah mendengar Erik belum datang. Awalnya Mika menyangka bahwa Erik tidak akan ikut liburan.
“Nah itu Erik” ujar Dikdik sambil menunjuk ke arah Erik yang sedang berjalan ke arah mereka.
”Dari mana aja sih lw?” Tanya Abuy ketika Erik tiba.
Erik hanya tersenyum.    
Sesampainya di tempat perkemahan, mereka sangat senang karena ini adalah hari pertama mereka liburan bareng, walaupun tidak semuanya ikut namun mereka tetap menikmatinya. Mereka langsung menurunkan barang-barang bawaannya dan mencari tempat istirahat.
“Di sini aja, enak nih ada pohonnya” ajak Lia.
 “Iya di sini aja deh biar dekat juga ke kamar mandi” tambah Rika.
Mereka pun menyetujuinya dan langsung menyimpan barang-barang bawaannya.
 “Hi semua aku mau nyanyi yaaaa” teriak Erik.
Erik dan kawan-kawan pun langsung bermain gitar sambil bernyanyi-nyanyi. Sementara Mika dan teman-teman cewenya menyiapkan makanan, namun ada juga yang berfoto-foto karena pemandangan di sana sangat indah.
“Hai bro, gw nyari kayu bakar ah, kasian ibu-ibu masak sendiri” kata Ardi.
“Ya gitu donk, masa tega sih lihat kita masak sendiri?” seru Tina sambil memonyongkan mulutnya.
Ardi pun langsung pergi mencari kayu bakar dengan diantar Agil dan Kiky.
 “Wah mereka 3soulmet ya” ledek Lia.
 “haha.. betul-betul” tambah Tina.
Sementara Mika sedang asik memotong tempe sambil ikut bernyanyi.
“Mika…Mika ayo kamu gaya donk, aku foto nih” teriak Dodo.
 “Aku ikut donk difoto” pinta Juli.
 “Ok, ayo cepetan smile..smile” seru Dodo.
 Sambil menyiapkan makanan, mereka berfoto saling bergantian. Begitupun dengan Erik dan teman-teman cowonya masih asik memainkan gitarnya.
Sudah hampir sejam, Mika dan teman-temannya memasak. Akhirnya selesai juga. Mereka pun berdoa dan langsung melahap makanannya yang mereka sajikan di plastik besar dan daun pisang.
“Benar-benar nikmat banget bisa makan bareng-bareng..hhe” celetuk Ardi.
 “Bener Di” tambah Dikdik.
Mereka saling pandang dan tertawa. Suasana pun semakin hangat dengan kebersamaan mereka.
***
Adzan dzuhur berkumandang. Mereka bergantian pergi ke air untuk mengambil wudu dan salat berjamaah. Akan tetapi, karena tempatnya terbatas, ada beberapa dari mereka yang harus menunggu giliran salat. Setelah semuanya selesai, mereka pun kembali beraktifitas.
 “Mika, ikut yuk!” ajak Juli.
“Kemana Li?” Tanya Mika penasaran.
“Nggak tau tuh Dikdik, Erik dkk katanya mau menelusuri tempat ini” jawab Juli.
“Mau donk,, hayu akh. Tuh Zahra juga ikut kok” tambah Juli.
Mika pun menganggukan kepala.
Mika, Juli dan Zahra langsung menghampiri Dikdik serta beberapa teman cowonya yang sudah menunggu.
Disepanjang perjalanan mereka bercanda-canda. Apalagi Erik, ternyata dia lupa dengan sifat pendiamnya. Sebenarnya Erik memang humoris, namun kadang tiba-tiba dia suka menjadi orang yang pendiam.
“Cie,, Erik ” ledek Juli.
 “Apaan Jul?” Tanya Erik.
 “Eh.. enak aja manggil aku Jul” ujar Juli.
 Erik pun tertawa. Mika dan Zahra saling pandang ikut tertawa. Begitupun dengan Dikdik dan teman-teman cowo lainnya. 
 “Ikh kalian nggak tau Erik sih?” seru Dikdik
 “Emang kenapa dia?” Tanya Zahra penasaran.
Erik pun langsung menoleh ke arah Dikdik sambil senyum-senyum sendiri.
 “Lihat aja weh” ujar Dikdik.
 “Yaaaa,, nggak asik. Eh Mika lw bawa minum nggak? Gw haus ni?” Tanya Zahra.
 “Ada ni Ra, untung tadi aku nggak lupa bawa, hhe.” Ujar Mika sambil mengambil botol minuman dalam tas.
“Sip-sip, gw minta ya” pinta Zahra.
Mika pun menyodorkan airnya.
 “Btw, masih jauh nggak sih?” Tanya Juli.
 “Pasti kamu udah cape ya?” tanya Erik.
“Iya nih kaki aku pegel banget” jawab Juli.
 “Ya udah kita istirahat aja dulu, eh kita duduk di bawah pohon itu aja yuk!” ajak Dikdik sambil menunjuk ke arah pohon besar.
Sementara Zahra dan Mika melihat-lihat pemandangan sambil memotretnya.
“Woy, aku foto juga donk” teriak Erik.
“Ah lw gimana kalau kebakar?” ledek Zahra.
“ah dasar lw” ujar Erik.
Mereka pun foto bersama.
“Eh udah lama nih kita di sini, gimana kalau balik lagi aja, kayanya kita sudah terlalu jauh deh” ujar Mika.
“Terlalu jauh, udah kaya lagu aja, hehe” celetuk Zahra.
 “Ya udah kita balik lagi aja yuk” ajak Erik.
Mereka pun menelusuri jalan pulang. Dari kejauhan nampaknya teman-teman yang lain memang sudah menunggu.
“Beugh.. lama amat deh, habis jalan-jalan kemana sih kalian?” Tanya Lia sedikit kesal.
 “Mau tau.. aja” jawab Dikdik.
 “Yey,,ya udah.. kita pulang yuk, udah sore nih takut hujan!” ajak Lia.
 “Yaa,, kirain kita mau nginep?” Tanya Ardi.
 “Iya sok kamu aja yang nginep, kita nggak..hhe” celetuk Juli.
 “Ya udah kita beres-beres dulu aja yuk, awas loh jangan ampe ada yang ketinggalan” ajak Zahra.

Setelah semua beres, mereka langsung menunggu mobil angkot yang mau menjemput.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar