Pagi-pagi
Mika dan sebagian teman-temannya sudah berkumpul di depan kampus. Mereka akan
pergi liburan ke tempat perkemahan. Mereka pun membawa peralatan masak dan
beberapa sayuran serta lauk pauk yang akan dimasak di sana.
“Sorry
telat” ujar Tina.
“Yah kebiasaan
lw telat mulu” celetuk Zahra.
Tina pun
hanya tersenyum.
“Jadi
sekarang kita nunggu siapa lagi?” Tanya Zahra.
Dikdik
selaku kosma langsung mengabsen satu-satu, ternyata tinggal Erik yang belum
datang.
“Wah Erik kemana ya jam segini belum datang?”
Tanya Zahra.
Hati Mika sedikit gelisah setelah mendengar
Erik belum datang. Awalnya Mika menyangka bahwa Erik tidak akan ikut liburan.
“Nah itu
Erik” ujar Dikdik sambil menunjuk ke arah Erik yang sedang berjalan ke arah
mereka.
”Dari
mana aja sih lw?” Tanya Abuy ketika Erik tiba.
Erik
hanya tersenyum.
Sesampainya
di tempat perkemahan, mereka sangat senang karena ini adalah hari pertama mereka
liburan bareng, walaupun tidak semuanya ikut namun mereka tetap menikmatinya.
Mereka langsung menurunkan barang-barang bawaannya dan mencari tempat istirahat.
“Di sini
aja, enak nih ada pohonnya” ajak Lia.
“Iya di sini aja deh biar dekat juga ke kamar
mandi” tambah Rika.
Mereka
pun menyetujuinya dan langsung menyimpan barang-barang bawaannya.
“Hi semua aku mau nyanyi yaaaa” teriak Erik.
Erik dan
kawan-kawan pun langsung bermain gitar sambil bernyanyi-nyanyi. Sementara Mika
dan teman-teman cewenya menyiapkan makanan, namun ada juga yang berfoto-foto
karena pemandangan di sana sangat indah.
“Hai bro,
gw nyari kayu bakar ah, kasian ibu-ibu masak sendiri” kata Ardi.
“Ya gitu
donk, masa tega sih lihat kita masak sendiri?” seru Tina sambil memonyongkan
mulutnya.
Ardi pun
langsung pergi mencari kayu bakar dengan diantar Agil dan Kiky.
“Wah mereka 3soulmet ya” ledek Lia.
“haha.. betul-betul” tambah Tina.
Sementara
Mika sedang asik memotong tempe sambil ikut bernyanyi.
“Mika…Mika
ayo kamu gaya donk, aku foto nih” teriak Dodo.
“Aku ikut donk difoto” pinta Juli.
“Ok, ayo cepetan smile..smile” seru Dodo.
Sambil menyiapkan makanan, mereka berfoto
saling bergantian. Begitupun dengan Erik dan teman-teman cowonya masih asik
memainkan gitarnya.
Sudah
hampir sejam, Mika dan teman-temannya memasak. Akhirnya selesai juga. Mereka
pun berdoa dan langsung melahap makanannya yang mereka sajikan di plastik besar
dan daun pisang.
“Benar-benar
nikmat banget bisa makan bareng-bareng..hhe” celetuk Ardi.
“Bener Di” tambah Dikdik.
Mereka
saling pandang dan tertawa. Suasana pun semakin hangat dengan kebersamaan
mereka.
***
Adzan
dzuhur berkumandang. Mereka bergantian pergi ke air untuk mengambil wudu dan
salat berjamaah. Akan tetapi, karena tempatnya terbatas, ada beberapa dari
mereka yang harus menunggu giliran salat. Setelah semuanya selesai, mereka pun kembali
beraktifitas.
“Mika, ikut yuk!” ajak Juli.
“Kemana
Li?” Tanya Mika penasaran.
“Nggak
tau tuh Dikdik, Erik dkk katanya mau menelusuri tempat ini” jawab Juli.
“Mau
donk,, hayu akh. Tuh Zahra juga ikut kok” tambah Juli.
Mika pun
menganggukan kepala.
Mika,
Juli dan Zahra langsung menghampiri Dikdik serta beberapa teman cowonya yang
sudah menunggu.
Disepanjang
perjalanan mereka bercanda-canda. Apalagi Erik, ternyata dia lupa dengan sifat
pendiamnya. Sebenarnya Erik memang humoris, namun kadang tiba-tiba dia suka
menjadi orang yang pendiam.
“Cie,, Erik
” ledek Juli.
“Apaan Jul?” Tanya Erik.
“Eh.. enak aja manggil aku Jul” ujar Juli.
Erik pun tertawa. Mika dan Zahra saling
pandang ikut tertawa. Begitupun dengan Dikdik dan teman-teman cowo lainnya.
“Ikh kalian nggak tau Erik sih?” seru Dikdik
“Emang kenapa dia?” Tanya Zahra penasaran.
Erik pun
langsung menoleh ke arah Dikdik sambil senyum-senyum sendiri.
“Lihat aja weh” ujar Dikdik.
“Yaaaa,, nggak asik. Eh Mika lw bawa minum
nggak? Gw haus ni?” Tanya Zahra.
“Ada ni Ra, untung tadi aku nggak lupa bawa,
hhe.” Ujar Mika sambil mengambil botol minuman dalam tas.
“Sip-sip,
gw minta ya” pinta Zahra.
Mika pun
menyodorkan airnya.
“Btw, masih jauh nggak sih?” Tanya Juli.
“Pasti kamu udah cape ya?” tanya Erik.
“Iya nih
kaki aku pegel banget” jawab Juli.
“Ya udah kita istirahat aja dulu, eh kita
duduk di bawah pohon itu aja yuk!” ajak Dikdik sambil menunjuk ke arah pohon
besar.
Sementara
Zahra dan Mika melihat-lihat pemandangan sambil memotretnya.
“Woy, aku
foto juga donk” teriak Erik.
“Ah lw
gimana kalau kebakar?” ledek Zahra.
“ah dasar
lw” ujar Erik.
Mereka
pun foto bersama.
“Eh udah
lama nih kita di sini, gimana kalau balik lagi aja, kayanya kita sudah terlalu jauh
deh” ujar Mika.
“Terlalu jauh,
udah kaya lagu aja, hehe” celetuk Zahra.
“Ya udah kita balik lagi aja yuk” ajak Erik.
Mereka pun
menelusuri jalan pulang. Dari kejauhan nampaknya teman-teman yang lain memang
sudah menunggu.
“Beugh..
lama amat deh, habis jalan-jalan kemana sih kalian?” Tanya Lia sedikit kesal.
“Mau tau.. aja” jawab Dikdik.
“Yey,,ya udah.. kita pulang yuk, udah sore nih
takut hujan!” ajak Lia.
“Yaa,, kirain kita mau nginep?” Tanya Ardi.
“Iya sok kamu aja yang nginep, kita
nggak..hhe” celetuk Juli.
“Ya udah kita beres-beres dulu aja yuk, awas
loh jangan ampe ada yang ketinggalan” ajak Zahra.
Setelah
semua beres, mereka langsung menunggu mobil angkot yang mau menjemput.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar