Mika
berjalan menuju kelas sambil memegang Hpnya karena dia baru saja mengirimkan
pesan pada Tara. Kali ini Tara membalasnya, namun balasan dia begitu singkat
jadi Mika pun berpikir bahwa Tara memang sedang sibuk.
“Mika”
sapa Juli
“Hi Jul”
“Ikh ko
panggil Jul sih?” ujar Juli melembung
“Upz..
maaf Li,,hhe”
“Ah kamu,
btw liburan kemarin seru banget ya, kapan-kapan kita renang atau apa ke?”
“Iya bener,,hhe..
boleh tuh. Jadi, agenda selanjutnya aja”
“Sip..sip,
oya akhir-akhir ini kayanya kamu nggak suka ke rumah Nisa ya? Kan biasanya
pulang kuliah nggak pernah absen ke rumah dia?”
“Iya Li,
emang udah jarang soalnya Nisa udah mulai kerja dan cuma minggu aja liburnya”
“O,,
gitu.. pantesan”
Dari
kejauhan Mika melihat Wiwit dan Erik sedang duduk depan kelas. Hati Mika
tiba-tiba merasa gelisah dan terbengong.
“Hei ka,
kenapa?” Tanya Juli mengagetkan
“Eh, nggak
apa-apa ko, yuk ke kelas”
“Ow… ya
udah yuk”
Pikiran
Mika masih tertuju pada Wiwit dan Erik. Mereka begitu akrab. Jangan-jangan
mereka? Ah.. kayanya nggak mungkin deh, soalnya Wiwit kan nggak mau pacaran
dulu. Lagian nggak salah kan kalo mereka jadian juga? Aduh kenapa aku malah
mikirin mereka? Guman Mika dalam hati.
“Hai
semua…” sapa Tina sedikit genit
“Beugh so
sweet lw” celetuk Zahra
“Haha… lw
baru sadar klo gw sweet yaa,,hahai kemana aja?”
“Asik..”
tambah Juli
“Eh..eh,,
Wiwit dan Erik kelihatannya lagi pdkt tuh” ujar Tina sambil melirik ke arah mereka.
Deg..
hati Mika berdebar kencang.
“Masa
sih? Nggak mungkin deh kayanya” Tanya Zahra kaget
“Yah km,
km kan dekat sama Wiwit kok nggak tau sih?” ujar Tina sambil menyimpan tasnya
di atas kursi sebelah Mika.
“Mmmm…
iya sih mereka dekat, tapi nggak tau deh kalo mereka lagi pdkt nggaknya.”
“Ikh ada Mika..
krain belum datang?” Tanya Tina sambil tersenyum
“Yey,,
lebay deh.. emang kamu kira yang dari tadi duduk manis tuh siapa?” ujar Mika
“Hahai..
sory… eh btw ko dosennya belum datang ya, giliran aku datang awal dosennya
belum ada, tapi pas aku telat eh dosennya udah nongol duluan”
“Makanya
jangan kebanyakan nonton sinetron ampe subuh, jadi aja kesiangan..” seru Zahra
“Eit
dah,, sory aku nggak suka sinetron gitu lo”
Juli,
Zahra dan Tina asik ngobrol. Sedangkan Mika seperti biasa membaca cerpen-cerpen
kesukaannya. Sebenarnya Mika masih kepikiran hubungan Wiwit dan Erik tapi dia
menyadari kalo status dia masih dengan Tara. Mika harus melupakan perasaannya pada
Erik.
“Lupaaaaaaaaaaa”..ujar
Mika. Dia tak menyadari bahwa dia sedikit berteriak.
“Eh Mika
lw kenapa?” Tanya Zahra
“Iya kenapa
teriak?” tambah Juli
Sementara
Tina dan Mika saling pandang.
“Eh,,
nggak apa-apa kok,hhe” jawab Mika sedikit malu
“Hahaha..
ada-ada aja lw, makanya baca cerpennya jangan terlalu dihayati” ujar Zahra
Mika
hanya cengengesan
“Woy
dosen datang noh” ujar Erik tiba-tiba masuk dan langsung duduk tepat di
belakang kursi Mika. Disusul dengan Wiwit yang duduk di pinggir Zahra, sebelah
pintu.
Dosen
masuk dan perkuliahan pun dimulai. Hari itu adalah jadwal presentasi Erik,
Dikdik dan Maya. Mika nggak berani melihat Erik yang akan memaparkan materi
presentasinya. Dia pun akhirnya menjadi salting.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar