Selamat Datang dan Selamat Membaca

You Raise Me Up (bagian 4)

Mika berjalan menuju kelas sambil memegang Hpnya karena dia baru saja mengirimkan pesan pada Tara. Kali ini Tara membalasnya, namun balasan dia begitu singkat jadi Mika pun berpikir bahwa Tara memang sedang sibuk.            
“Mika” sapa Juli
“Hi Jul”                  
“Ikh ko panggil Jul sih?” ujar Juli melembung
“Upz.. maaf Li,,hhe”
“Ah kamu, btw liburan kemarin seru banget ya, kapan-kapan kita renang atau apa ke?”
“Iya bener,,hhe.. boleh tuh. Jadi, agenda selanjutnya aja”
“Sip..sip, oya akhir-akhir ini kayanya kamu nggak suka ke rumah Nisa ya? Kan biasanya pulang kuliah nggak pernah absen ke rumah dia?”
“Iya Li, emang udah jarang soalnya Nisa udah mulai kerja dan cuma minggu aja liburnya”
“O,, gitu.. pantesan”
Dari kejauhan Mika melihat Wiwit dan Erik sedang duduk depan kelas. Hati Mika tiba-tiba merasa gelisah dan terbengong.
“Hei ka, kenapa?” Tanya Juli mengagetkan
“Eh, nggak apa-apa ko, yuk ke kelas”
“Ow… ya udah yuk”
Pikiran Mika masih tertuju pada Wiwit dan Erik. Mereka begitu akrab. Jangan-jangan mereka? Ah.. kayanya nggak mungkin deh, soalnya Wiwit kan nggak mau pacaran dulu. Lagian nggak salah kan kalo mereka jadian juga? Aduh kenapa aku malah mikirin mereka? Guman Mika dalam hati.
“Hai semua…” sapa Tina sedikit genit
“Beugh so sweet lw” celetuk Zahra
“Haha… lw baru sadar klo gw sweet yaa,,hahai kemana aja?”
“Asik..” tambah Juli
“Eh..eh,, Wiwit dan Erik kelihatannya lagi pdkt tuh” ujar Tina sambil melirik ke arah mereka.
Deg.. hati Mika berdebar kencang.
“Masa sih? Nggak mungkin deh kayanya” Tanya Zahra kaget
“Yah km, km kan dekat sama Wiwit kok nggak tau sih?” ujar Tina sambil menyimpan tasnya di atas kursi sebelah Mika.
“Mmmm… iya sih mereka dekat, tapi nggak tau deh kalo mereka lagi pdkt nggaknya.”
“Ikh ada Mika.. krain belum datang?” Tanya Tina sambil tersenyum
“Yey,, lebay deh.. emang kamu kira yang dari tadi duduk manis tuh siapa?” ujar Mika
“Hahai.. sory… eh btw ko dosennya belum datang ya, giliran aku datang awal dosennya belum ada, tapi pas aku telat eh dosennya udah nongol duluan”  
“Makanya jangan kebanyakan nonton sinetron ampe subuh, jadi aja kesiangan..” seru Zahra
“Eit dah,, sory aku nggak suka sinetron gitu lo”
Juli, Zahra dan Tina asik ngobrol. Sedangkan Mika seperti biasa membaca cerpen-cerpen kesukaannya. Sebenarnya Mika masih kepikiran hubungan Wiwit dan Erik tapi dia menyadari kalo status dia masih dengan Tara. Mika harus melupakan perasaannya pada Erik.
“Lupaaaaaaaaaaa”..ujar Mika. Dia tak menyadari bahwa dia sedikit berteriak.
“Eh Mika lw kenapa?” Tanya Zahra
“Iya kenapa teriak?” tambah Juli
Sementara Tina dan Mika saling pandang.
“Eh,, nggak apa-apa kok,hhe” jawab Mika sedikit malu
“Hahaha.. ada-ada aja lw, makanya baca cerpennya jangan terlalu dihayati” ujar Zahra
Mika hanya cengengesan
“Woy dosen datang noh” ujar Erik tiba-tiba masuk dan langsung duduk tepat di belakang kursi Mika. Disusul dengan Wiwit yang duduk di pinggir Zahra, sebelah pintu.

Dosen masuk dan perkuliahan pun dimulai. Hari itu adalah jadwal presentasi Erik, Dikdik dan Maya. Mika nggak berani melihat Erik yang akan memaparkan materi presentasinya. Dia pun akhirnya menjadi salting.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar