Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda, Setiap anak dilahirkan dalam
kedaan diatas fitrah (Islam). Maka, kedua orang tuanyalah yang menjadikan anak
tersebut menjadi Yahudi, Nasrani dan Majusi (HR. Bukhari, dan Muslim)
Hadits di atas menjelaskan betapa
pentingnya peranan orang tua terhadap anaknya. Ketika anak lahir ke dunia ini, orangtua lah yang bertanggung jawab terhadap mereka. Dengan demikian, orangtua harus memperhatikan pendidikan
anak-anaknya dari semenjak lahir sampai ia dewasa kelak. Islam pun telah
mengajarkan kepada umatnya untuk memperhatikan pendidikan, karena ini merupakan
perkara yang sangat penting, khususnya pendidikan dalam keluarga. Hal ini
karena di lingkungan keluargalah pertama kalinya terbentuk bagaimana tingkah
laku anak.
Pada zaman dahulu, para Nabi pun sangat
memperhatikan pendidikan anak-anaknya. Mereka khawatir anak-anaknya terjatuh
pada perilaku yang menyimpang dari ajaran Allah Subhanallahu wa ta’ala., seperti menyekutukan Allah Subhanallahu wa ta’ala dan perilaku tercela lainnya. Hal ini tergambar dalam firman Allah Subhanallahu wa ta’ala, Dan Ibrahim telah mewasiatkan
ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula Ya'qub. (Ibrahim berkata): Hai
anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah
kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam. Adakah kamu hadir ketika Ya’qub kedatangan (tanda-tanda) maut, ketika ia
berkata kepada anak-anaknya: Apa yang kamu sembah sepeninggalku? Mereka
menjawab: Kami akan menyembah Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu, Ibrahim, Ismail
dan Ishaq, (yaitu) Tuhan Yang Maha Esa dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya (QS. al-Baqarah: 132-133).
Ayah merupakan seseorang yang sangat
berperan dalam memperhatikan pendidikan anak-anaknya, begitupun dengan seorang
ibu. Akan tetapi, ayah-lah yang harus bertanggung jawab karena ayah merupakan
pemimpin keluarga yang kelak di akhirat akan diminta pertanggungjawaban atas kepemimpinannya.
Peranan seorang ayah dalam pendidikan
keluarga, khususnya pendidikan anak merupakan salah satu kunci menuju
ketentraman dan kebahagiaan hidup. Bukan hanya di dalam lingkungan keluarga,
tetapi sampai pada lingkungan masyarakat sekitar. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam pernah
bersabda, Seorang ayah yang mendidik
anak-anaknya adalah lebih baik daripada bersedekah sebesar 1 sa’ di jalan Allah
(al-Hadis).
Walaupun banyaknya sekolah dan pesantren yang
dibangun untuk pendidikan, namun para orangtua khususnya ayah harus tetap
memperhatikan pendidikan anak-anaknya. Hal ini karena seorang guru yang
mengajar di sekolah atau ustad yang mengajar di pesantren hanya sebagai
pendidik sementara. Apalagi anak-anak menghabiskan waktunya banyak di luar
sekolah.
Pendidikan pertama yang harus kita
ajarkan kepada anak-anak adalah pendidikan tauhid karena pendidikan tauhid merupakan jalan
keselamatan dunia dan akhirat. Begitupun dengan pendidikan aqidah, yang mana
kita harus mengajarkan anak tentang keberadaan Allah Subhanallahu wa ta’ala yang telah menciptakan seluruh makhluk di muka bumi ini.
Selain itu, pendidikan akhlak juga harus diperhatikan. Apalagi zaman yang semakin maju ini, kita harus bisa mengarahkan
anak sejak dini agar dapat menyesuaikan diri, terutama di luar lingkungan
keluarga, yakni lingkungan masyarakat. Mau tidak mau kita harus bersaing untuk
menjadi yang terbaik, terutama dihadapan Allah Subhanallahu wa ta’ala.
Kemudian, kita juga harus mengajarkan
ibadah dan tata caranya kepada anak sejak dini. Kita ajarkan mereka salat yang
merupakan salah satu bentuk komunikasi dengan sang Khalik. Jika mereka telah
bisa menjaga ketertiban salat di rumah, maka kita ajak mereka untuk melakukan
salat berjamaah di masjid. Dengan melatih mereka sejak dini, Insya allah ketika kelak mereka dewasa,
menjadi terbiasa.
Oleh karena itu, sebagai seorang
ayah yang peduli dan sayang terhadap istri dan anak-anaknya, marilah kita
perhatikan pendidikan anak-anak kita dan mengajak mereka agar selalu berada di
jalan Allah Subhanallahu wa ta’ala. Sebagaimana yang telah dijelaskan di atas, bahwa ayah atau
suami-lah yang kelak akan diminta pertanggung jawaban dihadapan Allah Subhanallahu wa ta’ala.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar