Selamat Datang dan Selamat Membaca

Perempuan Haid, liburkah ibadahnya?

Ada sebuah pertanyaan dari sahabat saya beberapa waktu yang lalu tentang bagaimana jika seseorang yang memiliki hadas besar yakni bagi kaum perempuan yang sudah baligh, ia mengalami haid rutinan setiap bulan apakah tidak bisa melakukan ibadah?
Pertanyaan ini sangatlah menarik dan di sini saya akan mencoba menjawab pertanyaan dari sahabat saya. Namun, sebelumnya saya tidak bermaksud untuk menggurui atau merasa paling bisa, hanya saja dulu saya pernah mendengar dari seorang ustad dan juga pernah membaca sebuah buku yang di dalamnya membahas tentang masalah perempuan. Untuk itu di sini saya hanya bermaksud sharing dan ingin berbagi ilmu. Semoga bermanfaat..
Bismillah..
Sebagian dari kita mungkin masih berpikir bahwa ibadah itu identik hanya melakukan shalat, puasa, zakat, dan ibadah haji yang di dalamnya terdapat syarat dan rukun yang telah ditentukan oleh syariat Islam. Contohnya seseorang yang akan melaksanakan shalat ada syarat-syarat yang harus dipenuhi agar shalatnya menjadi syah, seperti suci dari hadas kecil dan besar. Begitu pun ibadah puasa dan ibadah haji.
Seperti halnya pemikiran saya waktu dulu, saya berpikir bahwa ketika perempuan sedang haid berarti dia tidak bisa melaksanakan perintah Allah Subhanallahu wa ta’ala (beribadah).
Allah Subhanallahu wa ta’ala berfirman dalam surat Adz-Dzaariyaat ayat 56:
“Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.”
Firman Allah Subhanallahu wa ta’ala di atas menjelaskan tentang tujuan penciptaan jin dan manusia adalah untuk beribadah kepada Allah Subhanallahu wa ta’ala. Sebagai manusia yang taat, kita tentunya akan melaksanakan apa yang telah diperintahkan Allah Subhanallahu wa ta’ala. Tidak ada alasan bagi kita untuk tidak melaksanakan ibadah, sekalipun keadaan kita sedang sibuk atau seperti pertanyaan di atas yakni keadaan kita sebagai perempuan sedang mengalami hadas besar (haid).
Islam itu mudah. Islam itu adil sehingga tidak ada perbedaan antara laki-laki dan perempuan hingga keduanya sama-sama bisa melaksanakan ibadah sesuai perintah Allah Subhanallahu wa ta’ala. Perlu kita ketahui bahwa ibadah tidak hanya melaksanakan shalat, puasa, dan ibadah haji. Banyak sekali kegiatan yang memiliki nilai ibadah khususnya untuk kaum perempuan yang tidak bisa melaksanakan ketiga ibadah yang telah disebutkan di atas karena sedang mengalami hadas besar (haid) atau bahkan nifas setelah melahirkan.
Kegiatan yang bisa dilakukan oleh kaum perempuan yang sedang mengalami hadas besar yaitu pertama berdzikir. Berdzikir tidak hanya dilakukan setelah selesai shalat, tapi kapanpun dan dimanapun serta bagaimanapun keadaan kita, hendaknya kita selalu mengingat Allah (berdzikir) seperti membaca kalimat tasbihtahmid, dan takbir. Bahkan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam menganjurkan agar kita berdzikir atau membaca kalimat-kalimat tersebut sebelum tidur. Sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam dalam sebuah hadits, “Ada dua kalimat yang telah diajarkan oleh Malaikat Jibril kepadaku, yaitu membaca kalimat tasbih, tahmid, dan takbir masing-masing sepuluh kali setiap selesai melaksanakan shalat. Ketika kalian akan tidur, bacalah kalimat-kalimat tersebut masing-masing tiga puluh tiga kali... “. (HR. Bukhari-Muslim)
Kegiatan kedua adalah berdoa, kaum perempuan yang sedang mengalami hadas besar boleh berdoa. Contohnya berdoa ketika mau makan, setelah makan, dan doa-doa yang telah diajarkan oleh agama Islam.
Ketiga yaitu mendengarkan ceramah. Mendengarkan ceramah tidak hanya ketika ada pengajian di dalam masjid, namun sekarang sudah ada rekaman ceramah-ceramah yang sudah dimasukan ke dalam sebuah kaset sehingga memudahkan kita untuk mendengarkannya dengan jelas bahkan bisa mendengarkan ketika melakukan kegiatan lainnya di rumah.
Keempat adalah bershalawat. Bershalawat kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam adalah salah satu amalan yang akan mendapatkan pahala. Bahkan Allah Subhanallahu wa ta’ala pun bershalawat kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam. Hal ini berdasarkan firman-Nya dalam surat Al-Ahzab ayat 56, “Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya”.
Kelima adalah bersedekah. Bersedekah adalah salah satu ibadah yang sangat baik dan tidak ada batasan berapa banyak yang harus dilakukan seseorang ketika bersedekah.
Mungkin itulah beberapa ibadah atau amalan yang bisa dilakukan oleh kaum perempuan ketika sedang mengalami hadas besar. Mudah-mudahan bermanfaat dan apa yang kita lakukan diridhai Allah Subhanallahu wa ta’ala. Aamiin...

Sumber:
Al-Qur’an Digital
100 Pesan Nabi untuk Wanita penuntun akhlak dan ibadah



Tidak ada komentar:

Posting Komentar